Banjir Ancam Hasil Panen di Pangkep: Petani Hadapi Ujian Berat

  • Bagikan
eorang petani dari Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, mengungkapkan kecemasannya pada hari Ahad, 10 Maret 2024.

PANGKEP, RAKYATSULSEL - Kabupaten Pangkejene dan Kepulauan (Pangkep) di Sulawesi Selatan menghadapi ancaman gagal panen yang serius. Sawah-sawah petani kini tergenang air setinggi dada orang dewasa, sebuah kondisi yang menimbulkan kekhawatiran akan hasil panen yang tidak memuaskan.

Dilansir Tempo.com, Seorang petani dari Desa Kabba, Kecamatan Minasatene, mengungkapkan kecemasannya pada hari Ahad, 10 Maret 2024. “Dengan kondisi seperti ini, gagal panen hampir pasti,” ujarnya. Luas area pertanian yang terdampak mencapai sekitar 80 hektare.

Menurut petani tersebut, hujan lebat yang berlangsung selama dua hari berturut-turut telah menyebabkan banjir di sawah-sawah yang seharusnya siap panen pada akhir April. Padi yang sudah berumur tiga bulan dan mulai berisi kini terancam rusak.

“Kami para petani hanya bisa pasrah menghadapi kekuatan alam,” kata petani yang memilih untuk tidak disebutkan namanya. “Buah hitam atau padi rusak menjadi konsekuensi langsung dari banjir ini.”

Dia mengingat panen raya tahun sebelumnya, di mana satu hektare sawah mampu menghasilkan hingga 100 karung padi, dengan masing-masing karung berisi 50 kilogram. Namun, banjir saat ini telah mengurangi hasil produksi secara drastis, sementara biaya yang telah dikeluarkan dari awal musim tanam hingga panen mencapai Rp 5 juta.

Petani lain di Desa Kabba, Heru Haeruddin, merasa bersyukur karena sawahnya hanya terendam satu meter. Meskipun demikian, ia mengakui bahwa produksi padi akan menurun. “Biasanya, satu hektare menghasilkan 6,5 ton gabah, tapi sekarang diperkirakan hanya 2,5 ton untuk panen raya April,” kata Heru.

Heru, yang berusia 49 tahun, menambahkan bahwa para petani telah berusaha mengantisipasi banjir dengan menanam lebih awal. Namun, perubahan cuaca yang tak terduga tetap membawa banjir. “Kami memajukan waktu tanam menjadi Januari tahun ini, tapi tetap saja terkena banjir,” tuturnya, mengambil pelajaran dari pengalaman tahun sebelumnya.

  • Bagikan