ASN Pemprov Sulsel Ikut Terjaring Pengrebekan Sabung Ayam di Makassar

  • Bagikan
Lokasi Sabung Ayam di Kecamatan Biringkanaya. (A/Isak Pasabuan)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL - Salah seorang ASN Pemprov Sulsel inisial RE (36) ikut diamankan saat polisi melakukan pengrebekan lokasi judi sabung ayam di Jalan Poros Pattene, Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar, Sabtu (26/11) malam.

Dalam penggerebekan yang dilakukan tim Sat Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sulsel itu berhasil mengamankan lima orang terduga pelaku. Selain RE, empat orang lainnya yang ada di lokasi masing-masing AM (52), MS (52), RI (33), dan KH (52) selaku pengelola juga diamankan.

"Ada lima orang kita amankan di lokasi sabung ayam saat Operasi Pekat Lipu 2022, Sabtu malam sekitar pukul 23.00 Wita. Salah satunya itu (ASN)," kata Kanit Resmob Polda Sulsel Kompol Dharma Negara kepada wartawan, Minggu (27/11).

Dharma menjelaskan pengungkapan kasus ini bermula dari informasi warga terkait adanya tindak pidana perjudian sabung ayam di wilayah tersebut. Pada saat ditelusuri ternyata benar jika lokasi itu memang dijadikan area tempat perjudian sabung ayam dalam kurun waktu dua tahun terakhir dan aktivitasnya pun kerap kerap dilakukan pada malam hari.

Saat polisi tiba di lokasi untuk melakukan penggrebekan disebut ada sekitar 100 orang sedang berada di TKP. Karena mengetahui kedatangan polisi, para pelaku itu langsung kocar-kacir melarikan diri.

"Mereka lari pada saat tim tiba, tapi anggota berhasil mengamankan empat orang pemain sabung ayam, satu orang pengelola. Dari hasil interogasi jadwal permainan sabung ayam dalam seminggu bisa tiga kali, diantaranya malam Sabtu, malam Minggu, dan malam Senin," sebutnya.

Selain mengamankan empat terduga pelaku, polisi juga menyita barang bukti 15 ekor ayam, 6 unit handphone, 28 unit motor yang ditinggal kabur pada pelaku serta uang yang diduga dilakukan para pelaku untuk taruhan. Termasuk beberapa properti di lokasi tersebut juga diamankan untuk dijadikan barang bukti.

"Barang bukti yang diamankan mulai dari ban arena ayam, kemudian 28 unit sepeda motor diduga milik para pelaku dan 15 ekor ayam," ujar Dharma.

Menurut pengelola dari hasil interogasi polisi, pihaknya memasang tarif masuk ke lokasi judi itu Rp10 ribu per orang. Begitu juga untuk sewa kandang, dikenakan tarif Rp10 ribu.

Setelah mengamankan pelaku dan barang bukti ke Posko Resmob Polda Sulsel. Polisi kemudian membakar gubuk dan beberapa properti judi sabung ayam tersebut agar tak lagi digunakan.

"Kita lakukan pemusnahan arena judi sabung ayam yang terbuat dari batang bambu dan terpal dengan cara membakar," pungkasnya.

Terpisah, Dirkrimum Polda Sulsel, Kombes Jamaluddin Farti menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan Operasi Pekat Lipu 2022. Sasarannya adalah pelaku kejahatan jalanan, seperti memiliki busur, geng motor, pemerasan. Selain itu, perjudian, premanisme dan Miras.

Untuk itu pihaknya meminta kepada masyarakat agar memberikan informasi terkait hal tersebut kepada polisi terdekat agar dilakukan penertiban.

"Operasi pekat lipu tujuannya adalah untuk menekan angka kejadian kejahatan di wilayah Sulsel agar memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam beraktivitas," tutup Jamaluddin Farti. (Isak Pasabuan/Raksul/B)

  • Bagikan