oleh

HGN 2021, Tamsil Linrung Minta Pemerintah Perhatikan Nasib Guru Honorer

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Hari Guru Nasional (HGN) 2021 diperingati Kamis, 25 November (hari ini). Tema peringatan Hari Guru Nasional tahun ini adalah “Bergerak dengan Hati, Pulihkan Pendidikan”.

Sebagai kado spesial, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung meminta pemerintah memberikan perhatian kepada nasib para guru honorer. Pesan itu disampaikan saat menjadi narasumber pada Podcast Harian Rakyat Sulsel, Rabu (24/11/2021).

Ketua panitia khusus (Pansus) Guru Honorer itu menilai para guru hingga saat ini belum bisa menikmati kesejahteraan dari profesinya.

Menurutnya, guru-guru honorer di Indonesia menerima gaji yang jauh dari kata layak walaupun telah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun tanpa kepastian status kerja.

“Mereka terpaksa mencari pekerjaan sampingan demi bertahan hidup. Namun, mereka memutuskan tetap bertahan karena satu hal, yaitu mencintai pekerjaan. Misalkan, keluhan guru honorer di Bone belum lama ini mengekspos gaji diperoleh,” kata Tamsil Linrung.

Putra kelahiran Mandalle, Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) Sulawesi Selatan itu mengaku, pihak DPD selalu menyikapi isu guru honorer, intens berkoordinasi dan mencari solusi. Pihaknya sudah melakukan banyak hal agar problem para guru honorer di berbagai daerah bisa terselesaikan.

“Misalnya tahun 2005 saya di DPR RI, langkah kongkret yang kami lakukan yakni mendorong penyelesaian dan pengangkatan honorer jadi gurus PNS, tak ditunda-tunda. Sekarang perlu juga, karena mereka mengabdi puluhan tahun, jadi tidak ada alasan tidak memenuhi kompetensi,” jelasnya.

Khusus di DPD sendiri adanya pansus ini memberikan harapan kepada guru honorer. Pihaknya menjadi jembatan mempertemukan dengan pihak terkait, apalagi ada kementerian komitmen untuk memperjuangkan hak guru honorer.

“Kami juga minta Mendagri memberikan teguran ke daerah jika ada Pemda melakukan manipulasi data. Kami mendorong ini diselesaikan, dipandang dari sisi mana jangan diperdebatkan. Faktanya kalau kita tidak selesaikan masalah maka jauh dari nawacita bangsa,” pungkasnya. (Yadi)