oleh

Rektor Pertama UMSI, Umar Congge Fokus Benahi Sarpras dan SDM

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Menjabat sebagai pimpinan pertama sebuah instansi tentu bukan hal mudah. Banyak hambatan yang perlu dilalui untuk membawa instansi yang dipimpin agar bergerak ke arah yang lebih maju.

Hal inilah yang dilakukan Dr Umar Congge, S.Sos., M.Si,. Rektor pertama Universitas Muhammadiyah Sinjai atau UMSi.

Sekadar diketahui, sebelum menjadi universitas, UMSi merupakan gabungan dari dua sekolah tinggi yang ada di Kabupaten Sinjai. Yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Muhammadiyah Sinjai dan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial Politik Muhammadiyah Sinjai.

UMSi resmi berdiri pada 13 Mei 2020, dan memiliki 5 program studi. Yaitu program studi Ilmu Administrasi Publik, Ilmu Pemerintahan, Manajemen Sumber Daya Perairan, Peternakan, dan Agroteknologi, yang keseluruhan sudah memperoleh akreditasi B.

Sejak diamanahkan menjabat sebagai rektor pertama, Umar Congge langsung tancap gas melakukan sejumlah pengembangan baik dari segi sarana prasarana (Sarpras) perkuliahan, hingga pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkup UMSi.

Hal itu dilakukan guna mewujudkan visi UMSi menjadi universitas berbasis teknologi informasi yang unggul, dan berjiwa enterpreneurship berdasarkan nilai-nilai Islam.

Di bawah komando Umar Congge, UMSi yang telah berdiri selama 1 tahun 7 bulan kini sudah memiliki sekitar 4 ribu mahasiswa yang tidak hanya berasal dari wilayah Kabupaten Sinjai, tapi juga dari luar Sinjai.

“Mahasiswa kami hampir 4 ribu orang daan itu tidak hanya dari Sinjai. Ada juga dari Bone, Bulukumba, Sulawesi Tenggara, Palu, bahkan dari Nusa Tenggara,” ungkap Umar, saat mengisi program Podcast Harian Rakyat Sulsel, Selasa (23/11).

Umar mangatakan, pihaknya telah mengajukan empat penambahan program studi baru yang sudah disetujui, bahkan, kini sudah mulai menerima mahasiswa.

“Kami ajukan 4 program studi baru yakni Agribisnis yang berada di bawah naungan Fakultas Pertanian, dan 3 program studi di bawah naungan Fakultas Teknik, yakni Perencanaan Wilayah Kota, Bisnis Digital, dan Rekayasa Perancangan Mekanik,” jelasnya.

Sementara untuk pembukaan Program Magister, kata Umar, saat ini tengah diupayakan.

Berkat kerja keras yang dijalani selama ini, Umar berhasil membawa UMSi menyabet 2 penghargaan dari Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi atau LLDIKTI. Selain itu, di usia yang terbilang masih sangat muda, UMSi juga berhasil memperoleh 5 hibah.

Di antaranya, hibah dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan berupa bantuan Rp300 juta untuk 5 program studi, kemudian hibah Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM) senilai Rp800 juta, dan hibah afirmasi sebesar Rp500 juta.

“Ini semua kami dapatkan dalam rangka mematuhi aturan dan membangun jejaring sepanjang itu tidak merugikan perguruan tinggi dan orang lain,” bebernya.

Ke depan, Umar menargetkan UMSi bisa memiliki auditorium yang dapat difungsikan sebagai gedung serbaguna dengan daya tampung 1.200 orang. Selain itu, juga direncanakan akan dibangun gedung rektorat berlantai 5, serta pembangunan Rumah Susun Mahasiswa atau Rusunawa.

“Untuk gedung rektorat desainnya sudah jadi, tinggal menunggu proses pembangunannya. Untuk rusunawa kami juga sudah ajukan proposal ke PUPR, yang dalam waktu dekat akan meninjau lokasi pembangunannya,” pungkas Umar. (Syamsi)