oleh

Parpol Mulai Menabung

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulsel, Ashabul Kahfi mengaku, saat ini sudah mulai mewajibakan semua kader untuk mebangung sejak awal jika serius ingin bertarung pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nanti.

“Karena ini adalah kebijakan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), mewajibkan semua kader menabung dana saksi yang selama ini menjadi masalah setiap event politik,” ungkap Ashabul Kahfi di Hotel Claro Makassar, baru-baru ini.

Menutur dia, dengan adanya tabungan kader yang dipersiapkan sejak dini, pastinya bisa menutupi dana-dana saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Insya Allah kedepan, DPW PAN Sulsel memiliki dana saksi yang cukup memadai, mungkin Rp 100 juta sampai Rp 300 juta,” beber Ashabul Kahfi.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI menambahkan, PAN bisa besar jika bekerja secara gotong royong khususnya pada saat kontestasi Pemilu 2024 nanti.

“Insyaallah Sulsel akan solid apapun kebijakan partai (mulai menabung biaya saksi),” jelasnya.

Sementara, Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerindra Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras (AIA) menyatakan, partainya tidak mempermasalahkan biaya saksi bagi kader mereka. Karena dana itu ditanggung seluruhnya oleh DPP.

“Sudah dua kali pemilihan, kami di Gerindra dana saksi ditanggung DPP. Jadi tidak ada masalah soal hal itu. Yang menjadi masalah ketika saksi yang kurang militansi terhadap partai,” katanya.

Saksi yang dia maksud bukan hanya mengawal suara partai Gerindra, namun bagaimana saksi yang dipasang di setiap TPS bisa mendapatkan suara.

“Jadi kita ingin saksi itu bisa menjadi pengumpul suara,” sebutnya.

Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu menegaskan bahwa hasil Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) memerintahkan kepada seluruh ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) menyiapkan minimal dua orang saksi tiap TPS dan akan dievaluasi dalam waktu 6 bulan.

“Kalau kita temukan saksi yang dilaporkan hanya pasang-pasang saja, ketua DPCnya akan kita ganti. Kami butuh orang yang serius mau bekerja,” papar AIA.

Untuk mengantisipasi saksi yang bekerja tidak maksimal, kata dia, maka Gerindra akan melakukan perekrutan secara ketat dan terukur.

“Karena kami di Gerindra akan memperkuat semua Dapil, terutama yang tidak dapat kursi saat Pileg lalu, akan kita maksimalkan agar target-target bisa tercapai,” jelasnya.

Terpisah, Manajer Strategi dan Operasional Jaringan Suara Indonesia (JSI), Nursandy Syam mengatakan saksi Pemilu merupakan instrumen penting bagi partai politik menghadapi pemilu akan datang.

“Pengelolaan saksi sepenuhnya menjadi domain bagi partai politik,” katanya.

Dirinya juga menyebutkan Pada konteks pembiayaan, tentu masing-masing parpol punya cara mencari sumber-sumber pendanaan dan hitungan sendiri dalam melihat kebutuhan lapangan.

“Parpol yang sedini mungkin mulai mempersiapkan badan-badan saksi, manajemen dan pembiayaan akan memiliki kematangan dalam menatap kontestasi,” pungkasnya. (Fahrullah)