oleh

UMK Makassar Diusul Naik 1,2 Persen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Makassar bersama Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) menggelar rapat penentuan upah minimum kota (UMK) di Kantor Disnaker Makassar, Selasa (23/11).

Hasilnya, meski berjalan alot namun dewan pengupah menetapkan UMK Makassar diusul naik sebesar 1,2 persen atau Rp39.559,35. Sehingga, UMK tahun 2022 naik menjadi Rp3.264.982,35 dari tahun 2021 sebesar Rp3.255.423,00.

Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Makassar, Nielma Palamba menyampaikan usulan kenaikan upah minimum ini mengacu kepada Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja, yang kemudian diturunkan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan.

Ada sejumlah indikator yang digunakan dalam menghitung besaran kenaikan tersebut, yakni data dari Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi, inflasi, rata-rata konsumsi per kapita, rata-rata jumlah anggota rumah tangga, dan rata-rata jumlah anggota keluarga yang bekerja.

“Kami juga menambahkan satu item terkait survei monitoring kelayakan hidup di lima pasar tradisional di Makassar,” ungkap Nielma Palamba.

Usai rapat penetapan, berita acara terkait usulan keputusan UMK ini akan diserahkan ke Wali Kota Makassar, untuk kemudian direkomendasikan kepada Plt Gubernur Sulawesi Selatan. Penetapan direncanakan dilakukan pada bulan Desember mendatang dan berlaku mulai 1 Januari 2022.

Komentar