oleh

UMI-Pemkab Pangkep Lanjutkan MoU, MYL: Pesantren Padang Lampe Bisa Jadi Icon Religius

PANGKEP,RAKYATSULSEL.CO – Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, kembali melanjutkan perpanjangan nota kesepahaman kerjasama atau MoU (Memorandum of Understanding) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep.

Prosesi MoU berlangsung di Pesantren unggulan Padang Lampe, Pangkep. Ditandatangani kedua belah pihak yaitu Rektor UMI, Prof. Dr. Basri Modding, dan Pemkab Pangkep yakni Bupati Muhammad Yusran Lalogau.

Usai penandatanganan MoU, saat dimintai pandangan soal pengembangan Pesantren Padang Lampe berada di wilayah daerah yang dipimpin.

Selaku Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau berjanji bahwa akan mengakomudir apa menjadi poin-poin penting dari MoU bersama UMI.

Bahkan dia mengatakan meminta bawahan Dinas terkait di daerah yang dipimpin untuk pembenahan infstrastuktur jalan akses ke lokasi pesantren milik UMI.

“Soal pembenahan akses jalanan menuju Pesantren ini. Saya akan sampaikan ke Dinas terkait nanti. Tapi baru sampaikan. Insya Allah tahun anggaran kami prioritaskan,” katanya.

Terkait eksistensi Pesantren. Kata dia, perlu pengembangan lagi agar menjadi salah satu icon religius di Kabupaten Pangkep. Bahkan diakui masyarakat Pangkep sangat terbantu dan membutuhkan Pesantren tersebut.

“Pesantren ini bisa icon pengembangan agama di Pangkep, maka perlu kita kembangkan. Masyarakat se-Sulsel juga sudah mengenal keberadaan pesantren ini. Kami akui di Pesantren tempat masyarakat beraktivitas di Padanglampe,” aku Bupati termuda itu.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan terus memacu pembangunan dari berbagai aspek. Maka perlu menggandeng akademisi perguruan tinggi, termasuk yang ada di UMI.

“Maka dari itu, besar harapan agar dosen dan akademisi UMI memberikan masukan dan saran melihat problem dan kondisi di wilayah kami. Di daerah kami ada pegunungan, daratan dan laut kepulauan. Kami ingin mewudkan sesuai program kami,” tuturnya.

“Untuk pengembangan perikanan dan pertanian, maka perlu kita kembangkan. Kita ingin beda dengan perintah sebelumnya, maka harus dibarengi dengan ilmu baru,” sambung dia.

Sedangkan, Rektor UMI Makassar, Prof. Dr. Basri Modding mengatakan sudah menjalin kerjsama dengan beberapa daerah. Namun, kali ini rasanya lengkap saat MoU dengan Pemkab Pangkep, karena dihadiri oleh pengurus Yayasan hingga jajaran Wakil Rektor.

“Beberapa daerah kami kunjungi dan kerjasamakan, kali ini rasanya lengkap dihadiri pengurus Yayasan dan Wakil Rektor. Ini artinya kita sangat konsen untuk perhatian dan sangat ingin sinergitas dengan Pemkab Pangkep,” katanya.

Dia juga menyampaikan bahwa keberadaan Pesantren Padanglampe merupakan ladang pahala. Dan sekaligus tiket masuk surga.

“Oleh karena itu kami harap kerjasama pak Bupati, saya sampaikan dulu Bupati sebelumnya jalan masuk mulus, sekarang berlubang. Saya hanya menyampaikan. Ada juga dijanji untuk menjadi agro wisata. Maka adanya pesantren kita akan bersama-sama membangun agro wisata dan syiar Islam,” pungkasnya.