oleh

Mengaku Hanya Jalankan Perintah Atasan, Edy Rahmat Minta Dibebaskan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Eks Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang (PUTR) Sulsel, Edy Rahmat selaku terdakwa dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi meminta diberi keringanan hukuman.

Hal itu disampaikan dalam sidang lanjutan dengan agenda pembelaan atau pleidoi di Pengadilan Negeri (PN) Makassar, Selasa (23/11/2021).

“Setelah saya baca dan dengar tuntutan majelis umum baik yang terungkap di persidangan, baik dari keterangan saksi, maupun dari keterangan saya sendiri, maka saya memandang perlu untuk menyampaikan alasan pembelaan sebagai pertimbangan sehingga mengapa saya memohon pada majelis hakim untuk membebaskan saya dari dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) atau setidak-tidaknya menjatuhkan hukuman atau pidana seringan-ringannya,” kata Edy mengawali pembelaannya.

Edy mengatakan, pembelaan bukan untuk membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah namun juga dimaksudkan untuk membuktikan apakah surat tuntutan yang dibuat oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah didasarkan pada fakta-fakta hukum yang terungkap dalam persidangan.

Menurutnya, segala yang dituduhkan tidak begitu tepat sebab dirinya dalam kasus ini hanyalah sebagai bawahan yang menjalankan perintah atasan.

“Pertama saya menjalankan perintah dan meneruskan arahan dari Nurdin Abdullah ke Agung Sucipto,” ucap Edy.

“Kedua saya hanya sebagai perantara, disuruh oleh Nurdin Abdullah dan saya tidak dapat menolak karena posisi saya sebagai bawahan dari Nurdin Abdullah,” sambung Edy.

Komentar