oleh

Kasus CSR di Takalar Dinilai Tak Jelas, Warga Galut Unras Depan Polda Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Puluhan warga  Kabupaten Takalar menggelar aksi unjuk rasa (Unras) di depan Polda Sulsel, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar, Senin (22/11).

Mereka mendesak Penyidik Tipikor Polda Sulsel terbuka terkait kasus dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) di Kecamatan Galesong Utara (Galut). Sebab, kasus tersebut dinilai tak jelas tindaklanjutnya.

Koordinator aksi, Yusran mengatakan kedatangan masyarakat Kecamatan Galut ke Polda Sulsel yakni untuk mempertanyakan hak nelayan yang sampai saat ini tidak pernah mereka terima manfaatnya.

Ia menjelaskan, pada tahun 2017-2018 pihak perusahaan yakni PT Aleppo Karya Mandiri, PT Gassing Sulawesi, dan PT Banteng Laut Indonesia telah menggelontorkan dana dalam bentuk CSR pada masyarakat atau nelayan yang terkena dampak tambang pasir dari tiga perusaahan itu, utamanya di Desa Aeng Batu-Batu.

“Pada saat itu perusahaan telah mencairkan anggaran desa yang kami ketahui itu yang digelontor oleh tiga perusaan itu sebesar Rp532 juta, buat para nelayan terkena dampaknya di Desa Batu-Batu,” kata Yusran ke Harian Rakyat Sulsel, Senin (22/11).

“Pertama itu yang kami ketahui pembangunan jalan nelayan, pembagian paket sembako, pembagian kepada masjid, Rp5 juta per masjid dan termasuk bedah rumah dan mobil operasional. Ini semua tidak ada, ini yang kami pertanyakan (masyarakat nelayan) kemana dana CSR itu yang diperuntukkan bagi nelayan,” tambahnya.

Yusran menyebut, mereka datang ke Polda Sulsel sebab mereka mengetahui kasus ini sedang dalam penanganan Polda Sulsel. Dimana dalam perkara ini sebanyak lima kepala desa yaitu Desa Tamasaju, Desa Aeng Towa, Desa Sampulungan, Desa Tamalate, dan Desa Aeng Batu telah dimintai keterangannya oleh penyidik Polda Sulsel.

“Kami baca di media bahwa pihak perusaan ini telah melapor ke Polda, makanya kami bersama teman-teman dari nelayan di Desa Batu-Batu untuk datang menuntut untuk diproses cepat persoalan ini, itu yang kami minta. Kami datang memperjelas kasus ini kemana arahnya kasus ini? kami mempertegas pada penyidik Polda menuntut, kok kasus ini mangkrak,” sebutnya.

Lanjut, Ia pun mengaku kecewa jika kasus ini kemudian diserahkan pada Inspektorat Takalar dan Polres Takalar sebab sepengetahuan dia, perusahaan pemberi dana CSR melaporkan kasus ini ke Polda. Untuk itu, kasus ini disebut harus dituntaskan oleh Polda Sulsel.

“Segera audit dan tingkatkan kasusnya dari sidik ke penyidikan,” tegasnya. (*)