oleh

KPK Tangkap Satu Tersangka Pajak di Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Satu tersangka dalam kasus dugaan suap perpajakan di Sulawesi Selatan ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tersangka yang dijemput adalah pejabat KPP Pratama Bantaeng, Wawan Ridwan.

Operasi ini merupakan hasil pengembangan kasus dugaan suap terkait pemeriksaan perpajakan Tahun 2016 dan 2017 pada Dirjen Pajak.

“Benar (ditangkap), informasi yang kami peroleh Rabu, (10/11) tim penyidik KPK menangkap 1 orang pegawai pajak terkait pengembangan perkara dugaan korupsi perpajakan dengan terdakwa Angin Prayitno A,” kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, ketika dikonfirmasi via pesan WhatsApp, Kamis (11/11).

Fikri menyebut, Wawan Ridwan tidak kooperatif selama proses penyelesaian penyidikan perkara yang saat ini sedang berjalan di KPK, sehingga ia dijemput paksa oleh penyidik.

Namun terkait posisi Wawan Ridwan saat ditangkap oleh penyidik KPK di Sulawesi Selatan, Fikri enggan menjelaskan secara detail.

“Penangkapan dilakukan di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.

Usai penangkapan, Wawan Ridwan langsung dibawa ke Gedung Merah Putih di Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

“Perkembangannya akan kami sampaikan,” sebut Fikri.

Wawan Ridwan sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Pemeriksa Pajak Madya, Dit 2 periode 2014-2019.

Dalam kasus ini ia sudah berkali-kali diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Ditjen Pajak Angin Prayitno Aji (APA) dan kawan-kawan.

Terakhir Wawan diperiksa KPK pada 24 Mei lalu. Sebelumnya, 22 April, Wawan juga sempat dipanggil oleh tim lembaga antirasuah.

Dalam perkara ini KPK telah menetapkan 6 tersangka. Antara lain Direktur Pemeriksaan dan Penagihan Angin Prayitno Aji, Kepala Subdirektorat Kerjasama dan Dukungan Pemeriksaan Dadan Ramdani (DR) dan Kuasa Wajib Pajak Veronika Lindawati (VL). Lalu, tiga orang konsultan pajak, yaitu Ryan Ahmad Ronas, Aulia Imran Maghribi, dan Agus Susetyo. (Cr3)