oleh

Momentum Hari Pahlawan, dr Fadli Ananda: Anak Muda Harus Warisi Semangat Perjuangan Para Pendahulu

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Hari Pahlawan yang jatuh setiap tanggal 10 November, diperingati agar masyarakat, khususnya generasi muda bisa kembali mengingat jasa-jasa para pahlawan dalam memperjuangkan kemerdekaan.

Ketua Indonesian Islamic Youth Economic Forum (ISYEF) Sulawesi Selatan (Sulsel), dr Fadli Ananda SpOg MKes, berharap, peringatan Hari Pahlawan ini tidak hanya sebatas seremonial belaka, namun bisa menjadi momentum para generasi muda, kalangan milenial, mewarisi semangat juang pahlawan.

“Para pendahulu, pahlawan kita, mengorbankan harta dan jiwa mereka untuk sebuah kemerdekaan. Kemerdekaan kita saat ini bukan diminta atau sebuah pemberian, tapi sesuatu yang diperjuangkan. Semoga kita bisa mewarisi semangat juang dan pantang menyerah para pendahulu kita,” kata dokter Fadli, Rabu, 10 November 2021.

Menurut Sekretaris MUI Sulsel Bidang Pemberdayaan Umat ini, jika para pahlawan dulu berjuang dengan mengangkat senjata, maka sekarang kita berjuang melawan berbagai permasalahan bangsa. Seperti, kemiskinan, bencana alam, narkoba, paham-paham radikal, dan termasuk berjuang melawan pandemi Covid-19 yang saat ini melanda dunia.

“Bangsa dan Negara membutuhkan kontribusi kita para generasi muda, untuk menjadi solusi bagi setiap persoalan bangsa,” terangnya.

Diketahui, peringatan tersebut Hari Pahlawan merupakan agenda tahunan yang telah dilakukan sejak tanggal 10 November 1946.

Peringatan Hari Pahlawan Nasional tidak dapat dilepaskan dari sebuah peristiwa penting yang melatarbelakangi, yakni terjadinya pertempuran di Surabaya dalam melawan sekutu, di mana perang tersebut mencapai puncaknya pada tanggal 10 November 1945

Dan sebagai upaya untuk mengingat perjuangan para pahlawan bangsa yang telah gugur, Presiden Sukarno kemudian menetapkan tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan Nasional dalam Rapat Badan Kongres Pemuda Republik Indonesia (BPKRI) di Yogyakarta pada tanggal 4 Oktober 1946. (*)