oleh

Habiskan Puluhan Miliar, Proyek Irigasi Tommo di Mamuju Tak Kunjung Rampung

MAMUJU, RAKYATSULSEL.CO – Proyek irigasi dari Kementerian PUPR di Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), hingga kini belum dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Padahal, proyek irigasi yang mulai dibangun sejak 2009 itu telah menghabiskan anggaran puluhan miliar rupiah.

Tokoh Pemuda Kecamatan Tommo, Hariady Mukti menyebut, masyarakat tak kunjung merasakan asas manfaat dari proyek milik Balai Wilayah Sungai Sulawesi III tersebut.

“Irigasi ini sudah diistilahkan proyek abadi, karena tak kunjung selesai. Tidak ada asas manfaatnya, justru petani dirugikan,” ungkap Hariady kepada wartawan, Jumat (5/11).

Hal senada juga diungkapkan Ketua Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Leling Raya, Iswar. Dia merasa gusar melihat kondisi irigasi tersebut.

Pihaknya pun mengaku akan menggelar aksi di tiga titik, yakni Kejati, Polda Sulbar, dan Balai Wilayah Sungai Sulawesi III untuk meminta pihak terkait untuk melakukan evaluasi.

Sementara itu, salah satu petani asal Tommo, I Wayan Darmayasa juga mengungkapkan beberapa dampak negatif yang dirasakan masyarakat di area proyek irigasi.

“Menanam padi semakin sulit. Hasil panen sangat merosot, dampaknnya juga permukiman terkena banjir. Akibatnya alihfungsi lahan terjadi besar-besaran disini,” ujarnya

“Sekarang sawah-sawah petani di sini kering. Sebab salurannya dibangun lebih dalam dari permukaan sawah,” sambung Wayan.

Karena bosan menunggu kepastian irigasi, lanjut Wayan, petani akhirnya memilih mengalihfungsikan lahan tani menjadi perkebunan. Dia pun ragu proyek tersebut bisa selesai tahun ini. Pasalnya, masih banyak bagian yang rusak sementara waktu pengerjaan sisa beberapa bulan lagi.

“Belum lagi ada jalur yang akan dipasangi pipa besar. Melewati areal tanah gambut dan beberapa kilometer bukit. Faktor cuaca dan pekerja juga sangat mempengaruhi,” jelasnya.

Untuk diketahui, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Dirjen Sumber Daya Air Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu kembali mengucurkan biaya peningkatan bendungan Tommo, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat.

Tahun ini pihak kementerian mengalokasikan anggaran sebesar Rp 27,98 miliar.

Kepala Satuan Kerja Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Balai Wilayah Sungai Sulawesi III Palu, Arnol mengatakan, irigasi Tommo seharusnya tuntas pada 2020 lalu. Namun anggarannya terkena refocusing. “Sebenarnya tahun lalu bisa selesai, tapi karena ada refocusing anggaran sehingga tertunda,” ujarnya, belum lama ini.

Arnol pun berharap pengerjaan proyek tersebut tidak lagi menemui kendala. “Mudah-mudahan tidak masalah, cuaca apa semua, bisa aman,” ungkap Arnol.

Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek bendungan Tommo, Agus Kallo mengklaim tahun ini aliran air sudah lancar. “Kami selalu antisipasi, tahun ini aliran airnya bisa lancar,” kata Agus.

Adapun kontraktor pelaksana pada proyek tersebut, yakni PT. Citra Salim Serasi-PT. Garis Timur Indonesia, KSO. Nilai proyek sebesar Rp27.988.840.000.

Sebelumnya, irigasi Tommo dari berbagai pihak. Setiap tahun proyek itu mendapat alokasi anggaran yang tak sedikit, namun manfaatnya nihil. Tahun 2020 lalu, irigasi Tommo menyerap anggaran sekira Rp 10 miliar. (Sdr)