oleh

Legislator Sulsel Cium Dugaan Praktik Mafia Beras di Bulog Pinrang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulsel mencium adanya mafia beras yang selama ini bermain di Bulog Pinrang. Bahkan, DPRD Sulsel mengancam akan melaporkan persoalan tersebut ke pihak kepolisian.

Hal tersebut ditengarai kurangnya mobilitas nasional (Mobnas) atau perpindahan beras pada Perum Bulog Pinrang, berbanding terbalik dengan Perum Bulog Lapadde Parepare yang Mobnasnya lebih diprioritaskan.

Anggota DPRD Sulsel, Azhar Arsyad menduga ada permainan oknum mafia gabah di lingkup Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Kabupaten Pinrang.

“Saya meyakini ini praktik mafia. Kita sarankan lapor polisi saja ini, kalau tidak ada yang pimpin saya yang pimpin lapor polisi. Ini tidak bisa dibiarkan,” tegas Ketua DPW PKB Sulsel itu, Senin (1/11/2021).

Azhar mengaku mendapat keluhan petani beras lantaran hasil tani yang mereka garap tak diterima oleh pihak Bulog dengan alasan kapasitas gudang yang sudah terpunuhi. Alasan tersebut, kata Azhar tak rasional karena saat ini belum musim panen di daerah tersebut.

“Bulog Pinrang tidak mampu menyerap gabah yang ada di Pinrang, alasanya full gudang, bagaimana full sedangkan belum panen raya. Pasti ada mafia bermain,” kata Azhar.

Oleh sebab itu, Azhar meminta pihak yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum serta meminta pihak penegak hukum memeriksa oknum Bulog yang bermain-main soal harga gabah yang terjadi di Pinrang.

“Intinya di Bulog Pinrang ada praktik mafia gabah. Bagi saya lapor dan pidanakan,” tegasnya.

Sebelumnya, anggota DPRD Pinrang, Andi Pallawagau juga menyoroti kinerja Bulog yang dianggap selalu berjanji tapi tak ada aksi atau solusi nyata menyerap beras petani.

“Kita sudah sering RDP. Kami harapkan RDP ini ada solusi konkret Bulog untuk menyerap agar gabah petani juga tak sampai anjlok. Kami sejak awal sudah menduga memang ada praktik mafia,” kata Andi Pallawagau. (Yad)