oleh

Dinas PU Makassar Anggarkan Proyek Pembangunan Drainase Rp8 Miliar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar terus menggenjot pembangunan saluran drainase. Ada 12 titik proyek tersebut dengan alokasi anggaran Rp8 miliar.

Plt Kepala seksi Pembangunan Sumber Daya Air dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Makassar, Jumain mengatakan, sejumlah pengerjaan drainase tengah berproses di Layanan Pengadaan secara Elektronik (LPSE).

“Kita sudah sodor berkah ke ULP dan kini masih sementara proses lelang,” ucapnya.

Beberapa contoh pengerjaan drainase yang sementara berproses di LPSE di antaranya kawasan Kelurahan Berua Kecamatan Biringkanaya, Kelurahan Tamamaung Kecamatan Panakkukang, Kelurahan Banta-Bantaeng Kecamatan Rappocini, dan di Jalan Kartini.

Meski begitu, kata Jumain, program rehabilitasi drainase berupa normalisasi di 25 kawasan tetap berjalan. Anggaran rehabilitasi drainase ini sendiri menelan anggaran Rp33 miliar.

Misalnya di Jalan Talasalapang, Jalan Minasa Upa Raya, Jalan Wijayakusuma, Jalan Mawas Raya, Kompleks BTN Hamzy & Antara, Perumahan NTI dan beberapa blok di perumahan BTP.

Kata Jumain, agenda tersebut rutin dilakukan sepanjang tahun untuk mencegah terjadinya banjir. Pengerukannya dilakukan di seluruh kecamatan, dan difokuskan di wilayah yang menjadi langganan banjir.

Meski rehabilitasi drainase rutin dilakukan, sambung Jumain, potensi banjir akan tetap ada. Salah satu masalahnya adalah pihak swasta yang membangun perumahan tanpa menghubungkan saluran air ke saluran utama.

“Kendalanya di perumahan biasanya, membangun dalam kompleksnya, tapi salurannya tidak nyambung keluar. Akhirnya air mengendap dan hanya berputar di area tersebut,” jelas Jumain.

Oleh karena itu, ia meminta kepada dinas terkait agar berhati-hati dan lebih selektif dalam memberi izin pembangunan perumahan.

“Untuk sementara ini kita berkoordinasi di perizinan bahwa untuk membangun perumahan harus dilihat dari kondisinya apakah salurannya tidak banjir, karena sekarang banyak yang nakal,” pungkas Jumain.

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas PU Makassar, Hamka mengatakan pihaknya bakal mengejar target realisasi anggaran hingga 90 persen di akhir tahun ini.

Sejumlah proyek fisik sudah mulai dikerjakan seperti betonisasi Jalan Metro Tanjung Bunga dengan nilai kontrak Rp87,85 miliar dan proyek pembangunan Kantor Kejaksaan Negeri Makassar dengan anggaran Rp30,27 miliar.

“Kita berharap semua proyek yang dilelang selesai tahun ini. Target kita realisasi proyek di Dinas PU Makassar bisa sampai 90 persen,” urai Hamka.

Hamka menjelaskan, minimnya serapan anggaran di OPD yang dibawahinya dikarenakan adanya penyesuaian program dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Makassar 2021-2026.

“Kalau normalnya itu nanti 2022, karena tahun ini program kita masih harus menyesuaikan dengan RPJMD. Makanya setelah ketuk palu anggaran perubahan kita langsung jalan semua program,” pungkas Hamka. (Syamsi)