oleh

Sekolah Minta Tambah Jam Belajar, 49 SMP Swasta Dibuka

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas tingkat sekolah menengah pertama (SMP) memasuki pekan kelima. Sejauh ini, pelaksanaan PTM berlangsung lancar dan tak ditemui tanda-tanda adanya klaster Covid-19.

Hanya saja, ada sekolah yang meminta penambahan durasi jam belajar. Alasannya, waktu belajar yang berkisar 2,5 hingga 3 jam dinilai sangat terbatas dan kurang efektif.

Kepala SMP Negeri 6 Makassar, Munir, mengatakan, sejauh ini 2,5 jam per sesi dimanfaatkan untuk mengajarkan lima mata pelajaran ke peserta didik. Padahal, dalam sepekan siswa harus menerima 10 mata pelajaran.

“Siswa dapat dua kali PTM dalam sepekan. Setiap hari 2,5 jam saja. Satu kali PTM ada lima mata pelajaran, jadi berganti, satu pelajaran 30 menit,” beber Munir.

Dia mengatakan, guru-guru meminta agar ada kebijakan tambahan untuk PTM agar tak tergesa-gesa dalam mengajar siswa di ruang kelas.
“Guru merasa tergesa-gesa dalam mengajar, waktunya cuma 30 menit. Itu tidak cukup untuk menyampaikan inti materi,” imbuh dia.

Di samping itu, kata Munir, banyak orangtua yang mengeluh banyaknya waktu yang terbuang dengan mekanisme jam belajar yang ada saat ini.

“Banyak mengeluh, pagi mereka antar anaknya, dua jam kemudian dijemput lagi, waktu habis di jalan terkena macet,” ungkapnya.

Munir mengaku sudah mempersiapkan skenario dengan merancang jadwal pelajaran jika jam belajar ditambah.

Dia berharap penambahan jam belajar bisa dilakukan secara bertahap, apalagi, selama PTM berjalan tidak ada kasus positif yang ditemukan.

“Kalau belum bisa harinya ditambah, durasinya saja dulu,” urainya.

Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Makassar, Amalia Malik mengatakan pihaknya belum bisa melakukan pelonggaran bagi sekolah, termasuk penambahan jam belajar.

“Ini masih simulasi. Kami masih melihat perkembangannya. Ritmenya masih kita pelajari,” ucapnya.

Dia menyebut, kemungkinan penambahan jam belajar baru akan dilakukan pada tahun ajaran baru, mengingat, kebijakan soal PTM baru akan dievaluasi secara menyeluruh pada akhir tahun ini.

“Sepertinya semester genap baru bisa kita evaluasi. Mau itu ditambah jam atau harinya nanti kita lihat,” tutupnya.

Sementara itu, Amalia mengatakan pihaknya membuka lagi 49 sekolah yang melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Sebanyak 49 SMP sekolah yang dibuka semuanya merupakan sekolah swasta.