oleh

DPC Hanura Desak Musdalub Ulang

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) DPD Hanura Sulsel, yang digelar beberapa waktu lalu dinilai catat prosedur. Sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) bahkan mendesak adanya Musdalub ulang.

Sekretaris DPC Hanura Palopo, Andi Irsal mengatakan, panitia Musdalub sengaja menambah satu pasal dalam Tata Tertib (Tatib) Musdalub, yang bertentangan dengan Peraturan Organisasi (PO).

Andi Irsal menduga panitia menyelip syarat pencalonan untuk menutup ruang bagi kader eksternal untuk ikut bertarung dalam Musdalub, lewat pembuatan tatib.

Tatib yang dibuat panitia, dinilai bertentangan dengan PO. Dalam Tatib Musdalub pasal 19 poin 7, dipersyaratkan harus pernah menjadi pengurus partai Hanura paling sedikit selama 2 tahun.

“Padahal dalam PO, tidak ada diatur itu. Bahkan dalam PO, adap ruang diberikan kepada figur eksternal, dengan catatan harus ada rekomendasi dari DPP,” katanya.

Dirinya menjelaskan, yang diatur di PO, salah satunya syarat dukungan 30 persen dari jumlah DPC dan mendapatkan rekomendasi dari DPP, baik itu kader maupun non kader.

“Panitia Musdalub diduga mengakal-akali Tatib, agar calon eksternal tidak dapat mencalonkan, karena adanya poin ke-7 yang dimaksudkan tadi,” tandasnya.

Dirinya menyebutkan dukungan calon eksternal telah mencapai 15 dukungan DPC dari 24 DPC di Sulsel. Itu artinya telah memenuhi syarat untuk ikut mencalonkan.

“Syarat harus 30 persen dari 24 DPC. Sementara calon eksternal sudah lebih dari 30 persen, karena sudah dapat 15 dukungan. Sedangkan Wahyudin M Nur, yang lolos jadi calon tunggal, tidak cukup 30 persen dukungan, karena baru dapat 7 dukungan DPC,” terang Andi Irsal.

Tokoh eksternal yang mendapatkan dukungan 15 DPC dari 24 DPC se Sulsel itu adalah Kolonel (Purn) TNI, Amsal Sampetondok. Pensiunan TNI itu bukan kader Partai Hanura, namun lebih banyak diinginkan kader untuk memimpin DPD Hanura Sulsel.