oleh

Warga Keluhkan Pengadaan Kontainer Makassar Recover ke Ombudsman

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ombudsman Kota Makassar menerima keluhan sejumlah warga soal pengadaan kontainer Makassar Recover.

Ketua Ombudsman Kota Makassar, Andi Ihwan Patiroy mengaku sudah menerima laporan warga dari tiga kelurahan.

Kata dia, mayoritas warga mempertanyakan soal urgensi pengadaan kontainer yang fungsinya dinilai serupa dengan fungsi fasilitas layanan kesehatan atau fasyankes.

Apalagi ruang pelayanan dan aula pertemuan di wilayah mereka dinilai sudah tidak respresentatif. Sehingga perlu pembenahan.

“Makanya mereka berpikir kenapa tidak diadakan saja ruang pertemuan dan kegiatan Makassar Recover dipusatkan di situ. Tidak usah ada kontainer,” kata Andi Ihwan Patiroy, Jumat (29/10).

Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Nursaidah Sirajuddin yang dikonfirmasi mengaku fasyankes, khususnya puskesmas yang ada saat ini hanya berjumlah 47 dan belum tersebar merata di setiap kecamatan.

Sehingga, menurut dia, kehadiran kontainer dapat mendekatkan layanan kesehatan ke masyarakat sebab diletakkan di setiap kelurahan.

“Tujuannya itu bagaimana mendekatkan pelayanan apapun ke masyarakat. Walaupun memang ada fasyankes, puskesmas, tapi dalam satu kecamatan hanya ada beberapa puskesmas,” ucap Ida, sapaan akrabnya.

Selain menjadi pusat vaksinasi, kontainer tersebut juga bakal difungsikan sebagai lokasi Posyandu (pos pelayanan terpadu) maupun Posbindu (pos pembinaan terpadu) di kelurahan.

“Karena kita ada aturan dari Kementerian Kesehatan, apabila suatu kota berada dalam zona merah dan orange, tidak boleh dilakukan dulu Posyandu dan Posbindu. Sekarang kita di zona kuning, jadi sudah mulai jalan Posyandu dan Posbindu. Salah satu tempatnya nanti di kontainer itu,” jelasnya.

Tak sampai di situ, kata dia, kontainer juga bakal digunakan untuk sejumlah kegiatan masyarakat yang dipetakan oleh masing-masing camat dan lurah meski pengadaannya memang belum rampung 100 persen.

“Beberapa kegiatan masyarakat juga akan dimaping oleh camat dan lurah. Adapun sekarang pemanfaatannya belum maksimal karena beberapa masih pembenahan,” pungkasnya.