oleh

Usulan Pemkab Disetujui Kementan, Petani di Sinjai Kembali Peroleh Bantuan Benih Jagung Hibrida Puluhan Ton

SINJAI, RAKYATSULSEL.CO- Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sinjai menyerahkan benih jagung hibrida unggul kepada petani dalam rangka mendukung gerakan percepatan tanam jagung.

Bantuan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian (Kementan) ini berjumlah 27,4 ton untuk lahan seluas 1.831 hektare (ha).

Kepala Dinas TPHP Sinjai, H. Kamaruddin mengatakan, benih tersebut akan didistribusikan untuk 150 kelompok tani yang tersebar di tujuh Kecamatan di Sinjai kecuali Kecamatan Pulau Sembilan dan Sinjai Barat.

“Kita alokasikan untuk 150 kelompok tani di 7 kecamatan kecuali kecamatan pulau Sembilan karena tidak ada lahan disana dan Sinjai Barat tidak dialokasikan karena tahun ini tidak mengusulkan CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi) ke Pusat. Jenis benih ini adalah varietas betras 1 yang memiliki kualitas unggul,” jelasnya, Jum’ at, (29/10/2021).

Benih jagung hibrida ini dialokasikan di Kecamatan Sinjai Utara untuk luas lahan 115 hektar, Tellulimpoe 251 hektar, Sinjai Timur 59 hektar, Sinjai Selatan 30 hektar, Sinjai Tengah 215 hektar, Sinjai Borong 465 hektar dan untuk Kecamatan Bulupoddo seluas 696 hektar. Sebelum didistribusikan kepada petani untuk ditanam, benih jagung ini kata Kamaruddin telah melalui pemeriksaan kualitasnya oleh Balai Sertifikasi Mutu Benih (BSMB) Provinsi Sulsel.

Kamaruddin menambahkan, bantuan alokasi benih jagung hibrida untuk petani di Sinjai tahun ini seyogyanya untuk luas lahan 1.000 hektar, namun berkat petunjuk dari Bupati Sinjai Andi Seto Asapa (ASA) jumlah ini meningkat menjadi 1.831 hektar.

“Awalnya kita mendapatkan alokasi benih jagung dari Kementerian untuk luas lahan 1.000 hektar. Namun dalam diskusi kami bersama Pak Bupati beberapa waktu lalu di Bulupoddo beliau meminta kepada saya untuk ditambah lagi dengan mengusulkan kembali, Alhamdulillah Kementan merespon baik usulan kami sehingga ada tambahan sekitar 800 hektar lebih, ” ujar dia. (*).