oleh

Ketua DPRD Rudianto Lallo: Makassar Recover Bangkitkan Kota Daeng dari Keterpurukan Akibat Pandemi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Makassar dan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar memuji program Makassar Recover Walikota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto dalam menyelamatkan warga Kota Makassar dari Covid-19.

Ketua DPRD Makassar, Rudianto Lallo mengatakan pandemi Covid-19 ini telah ditangani oleh empat Walikota Makassar dengan waktu kurang lebih dua tahun lamanya masing-masing Iqbal Suhaib, Prof Yusran, Prof Rudy Djamaluddin dan Danny Pomanto.

“Bukan mengatakan Walikota sebelum Danny Pomanto tidak mampu melawan covid-19, tapi faktanya, baru di masa Danny Pomanto-Fatmawati menjabat, Covid-19 langsung ada hasil sedikit demi sedikit hingga saat ini zero pasien covid-19 di rumah sakit pemerintah,” kata Rudianto Lallo saat menghadiri diskusi yang digelar oleh Ombudsman Makassar dengan tema mengkaji efektivitas program Makassar Recover di Warkop Gaul Makassar, Jumat 29-10-2020.

Lanjut RL sapaan akrab Rudianto Lallo mengatakan Danny Pomanto dengan ide Makassar Recover telah memulihkan kota Makassar dari keterpurukan selama dua tahun lamanya, zonasi bisnis yang menjadi tumpuan PAD Makassar banyak yang tutup hingga pendidikan tidak berjalan.

“Ide Walikota yang mengatasi Covid dengan tidak biasa-biasa saja kami support penuh. Tidak ada kepala daerah dimanapun yang seperti Pak Danny yang betul-betul meluangkan ide, gagasan dan waktunya untuk pemulihan Kota Makassar dari bencana non alam alias pandemi,” tegas Rudianto Lallo.

Atas dasar itu, Rudianto Lallo mendukung pula Walikota Makassar untuk menyiapkan anggaran tidak terduga sebesar Rp200 miliar. Menurutnya, itu masih sangat minim. Pandemi ini tidak boleh dianggap sebelah mata, sehingga pemerintah harus lebih siaga sebelum hal yang tak diharapkan benar-benar ada.

“Olehnya itu segala regulasi dalam penggunaa anggaran saya serahkan kepada kepala daerah, meskipun DPRD bersama jajaran Pemkot Makassar telah membahas dengan maksimal anggaran, tapi Walikota dapat menggeser anggaran, alasannya karena ada bencana yang harus ditangani dengan sebaik-baiknya,” ujar Rudianto Lallo.

Politisi dua periode itu mengatakan jika program Makassar Recover ini tidak memiliki efek besar, maka DPRD akan bersuara keras. DPRD tidak melihat partai pengusung atau bukan. Namun tugasnya sebagai wakil rakyat akan mengkritisi seluruh kebijakan Pemerintah Kota yang tidak benar.

“Faktanya dengan adanya Makassar Recover level Covid langsung turun dari IV ke II. Anak-anak kembali bersekolah, aktifitas ekonomi perlahan pulih. Kurang apa lagi Pak Wali dalam membangun Makassar, jadi apa yang dilaksanakan oleh Walikota Makassar bersama Wakilnya sangat luar biasa. Gagasan ini telah membawa kita merasakan seperti sekarang ini. Sudah bisa melaksanakan kegiatan meskipun masih tetap dibatasi,” ujar Rudianto Lallo.

Senada dengan Ketua DPRD, Humas IDI Makassar dr. Wahyudin Muchsin mengatakan Walikota Danny Pomanto yang paling banyak melaksanakan inovasi dalam melawan Covid-19. Hal ini terlihat dari penurungan kasus Covid-19 dan tingginya presentase vaksinasi di Makassar.

“Capaian Vaksinasi Kota Makassar yang sudah 71% dosis pertama dan 50 % dosis ke dua jauh lebih tinggi dibanding nasional yanh 56 % untuk vaksin pertama kedua 34;14 persen. ini semua karena program makassar recover,” tegas Dr Wahyuddin Muchsin. (*)