oleh

Program Vaksinasi di Makassar Tembus 72 Persen

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Capaian vaksinasi dosis pertama di Kota Makassar menembus angka 72,12 persen atau 794.976 dari target 1,1 juta warga. Itu, berdasarkan data per 28 Oktober 2021.

Sementara, untuk dosis tahap 2 capaiannya masih sekira 51.2 persen atau 563.547 warga. Hanya perlu menambah 28 persen untuk mencapai target 70 persen herd immunity atau kekebalan kelompok.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengatakan, capaian vaksinasi di Makassar mengalami percepatan. Itu, berkat masifnya bantuan dari sejumlah yayasan, organisasi, dan pihak swasta terkait sentra vaksinasi.

“Jadi itu semua yang meningkatkan capaian vaksinasi kita. Sudah mendekati dari target yang kita harapkan, termasuk penurunan angka kasus dan penurunan nilai BOR, tuturnya.

Dokter Ida–sapaan akrabnya mengimbau masyarakat yang belum divaksin agar segera melakukan vaksinasi. Meskipun potensi terkonfirmasi virus Covid-19 tetap ada.

“Vaksinasi itu kan tujuannya bagaimana agar kita tidak bertambah sakit, dan menekan angka kematian,” ungkapnya.

Sejauh ini, vaksinasi terhadap sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sudah dilakukan kepada 18.487 orang untuk dosis pertama atau 116,71 persen dan 16.936 orang atau 106,92 persen untuk dosis kedua.

Sementara untuk masyarakat umum dan rentan, suntikan dosis pertama sudah diberikan kepada 405.808 orang atau 57,42 persen, dan suntikan dosis kedua sudah diberikan kepada 250.427 orang atau sekitar 35,43 persen.

Vaksinasi bagi anak usia 12-17 tahun juga terus mengalami peningkatan. Saat ini, suntikan dosis pertama sudah menyasar 79.106 anak atau setara 50,62 persen. Lalu suntikan dosis kedua sudah diberikan kepada 60,279 anak atau sekitar 38,57 persen.

Sayangnya, vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) masih berjalan lamban. Sejauh ini, lansia yang sudah mendapatkan suntikan vaksin dosis pertama baru 34,43 persen atau sekitar 34.874 orang. Sementara yang memperoleh dosis kedua baru 27,28 persen atau 27.632 orang.

Oleh karena itu, sambung Ida, peningkatan cakupan vaksinasi bagi lansia bakal dimasifkan melalui program vaksinasi 100.1.100 dan vaksinasi door to door.

Hingga hari ini, Kota Makassar sudah menerima 1.693.364 dosis vaksin dengan jumlah pemakaian 1.400.266. Sehingga, stok dosis yang ada saat ini tersisa 293.098. Jumlah stok ini diprediksi masih aman hingga 49 hari ke depan.

Terpisah, Humas Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Makassar, Wahyudi Muchsin mengatakan, herd immunity hanya sekadar fase dalam menghentikan Covid-19 secara bertahap. Mengurangi jumlah penularan dengan bertambahnya jumlah masyarakat yang imun.

Sehingga, hal ini tidak bisa dijadikan tolok ukur pelonggaran protokol kesehatan. Terlebih lagi, mutasi virus varian baru bisa kembali jadi ancaman.

“Jadi kita kan maunya ekonomi, pendidikan dan sebagainya itu dilonggarkan, tapi protokol kesehatan jangan. Ini kita bersahabat dengan Covid-19 dengan cara seperti itu, karena mau tidak mau kita harus hidup berdampingan,” pungkasnya. (*)