oleh

Program Kontainer Makassar Recover Minim Progres

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Proses penyelesaian kontainer Makassar Recover belum menunjukkan perkembangan berarti. Bahkan, Juru Bicara Makassar Recover Henny Handayani mengakui program tersebut minim progres.

Data yang dihimpun, Posko Kontainer Makassar Recover masih jauh dari target. Padahal, tempat itu dijadikan salah satu penanganan kesehatan di kelurahan.

“Laporannya itu sudah ada yang beroperasi di beberapa kelurahan. Cuma memang kita akui masih di bawah 50 persen,” ucap Henny, Kamis (28/10).

Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto sudah memberi kesempatan bagi Camat dan Lurah untuk merampungkan kontainer hingga 26 September. Bahkan diperpanjang sampai akhir Oktober ini.

Lambannya penyelesaian kontainer tersebut akhirnya berimbas pada sejumlah program strategis Pemkot Makassar, seperti vaksinasi. Padahal kontainer tersebut dimaksudkan menjadi pusat penanganan Covid-19 di kelurahan.

“Kita memang mau fungsikan, termasuk awalnya untuk program vaksinasi 100.1.100 itu. Rencana awal kita mau pusatkan memang di kontainer,” bebernya.

“Jadi kita memang harapkan progresnya bisa lebih cepat lagi, karena ke depan perannya bisa digunakan lagi termasuk nanti jadi Posyandu,” tambahnya.

Camat Biringkanaya, Mahyuddin mengaku, dari total 11 kontainer di wilayahnya, 9 di antaranya yang dikerjakan oleh kelompok masyarakat (Pokmas) sudah tuntas dan mulai dioperasikan. Sementara 2 sisanya masih sementara penyelesaian.

“Sudah tuntas 80 persen. Sisa 2 yang belum karena menunggu dari Unit Layanan Pengadaan (ULP). Kita target akhir Oktober ini bisa tuntas semua,” jelas Mahyuddin.

Hal senada diungkapkan Camat Rappocini, Syahruddin. Dia menyebut 9 kontainer sudah selesai, bahkan sudah digunakan untuk program vaksinasi 100.1.100. Dua kontainer lainnya sementara dalam tahap finishing.

“Yang belum sisa 2 kontainer, itupun tinggal finishingnya saja,” ungkap Syahruddin.

Tak jauh berbeda, Camat Panakkukang, Andi Pangerang Nur Akbar yang dikonfirmasi juga mengungkapkan hal serupa. 9 kontainer sudah rampung dan sudah dioperasikan, 1 kontainer sementara pengerjaan oleh Pokmas, dan 1 lainnya masih menunggu penyelesaian pengadaan dari ULP.

“Totalnya ada 11 kontainer. 7 dikerjakan oleh penyedia, 4 dikerjakan oleh Pokmas. Tapi sisa 2 yang belum rampung ini. 1 sementara dikerja oleh Pokmas, 1 lagi menunggu ULP,” bebernya.

Sementara, Pengamat Tata Kelola Keuangan Negara Bastian Lubis justru mengkritisi pengadaan kontainer yang diprogramkan Pemkot Makassar. Menurutnya, hal itu merupakan bagian dari jajaran program Pemkot yang nirmanfaat.

Bastian menyebut, pengadaan kontainer justru terkesan menjadi pemborosan anggaran. Pasalnya, fungsi kontainer seyogyanya bisa diampu oleh Puskesmas.

“Kontainer ini juga tidak ada manfaatnya. Untuk apa dibuat itu padahal sudah ada puskesmas, kecuali ini Makassar adalah daerah terpencil,” jelas Bastian. (Syamsi)