oleh

Dana Covid-19 Disorot, Banyak Inovasi Tak Efektif

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Rencana pemerintah Kota Makassar yang menyiapkan anggaran Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19 pada 2022 menuai sorotan.

Pengamat pemerintahan dan Tata Kelola Keuangan Negara, Bastian Lubis menilai anggaran tersebut cukup berlebihan. Menurut dia, dana Rp 200 miliar tersebut akan lebih bijak bila didorong pada pembenahan infrastruktur kesehatan yang dua tahun belakangan jarang disentuh oleh pemeritnah Kota Makassar.

Bastian menilai, besarnya nilai anggaran itu dapat memicu kesan bahwa pemerintah tengah melakukan pemborosan anggaran dengan inovasi-inovasi yang belum efektif.

“Berlebihan itu, karena banyak ide-ide sebenarnya yang tidak menunjang pemberantasan Covid-19 yang lalu. Kasus Covid-19 itu sekarang sudah turun jauh dan memang sekarang lebih bagus diarahkan ke infastruktur kesehatan, seperti puskesmas dan rumah sakit dikuatkan,” urai Bastian, Rabu (27/10/2021).

Rektor Universitas Patria Artha itu mengatakan, Pemkot perlu lebih efisien dalam mempertimbangkan dan merencanakan anggaran sebab pemasukan daerah juga belum begitu stabil.

“Memang katanya ada efesiensi, tapi itu menyesuaikan dengan pendapatan yang juga targetnya tidak tercapai, bukan suatu prestasi. BUMD-nya juga gak ada yang menyetor, bahkan PDAM tidak menyetor, jadi ada suatu pembiaran,” ujar dia.

Dia menyebut Pemkot Makassar sudah terlalu boros dalam penggunaan anggaran. Sebagai contoh, pengadaan GeNose yang belum juga terpakai dan kontainer yang dinilai nirmanfaat.

“Saya sepakat dengan IDI, karena belum pernah terjadi di Indonesia, alat GeNose dipakai untuk mengecek paru-paru. Kontainer itu juga tidak ada manfaatnya. Untuk apa dibuat itu? Sudah ada puskesmas. Kecuali ini adalah daerah terpencil,” imbuh Bastian

“Saya sudah menganalisa lebih dari 200 kabupaten kota untuk dana Covid-19, anggaran Kota Makassar sudah terlalu besar untuk saya,” pungkas Bastian.

Terpisah, Anggota Badan Anggaran DPRD Kota Makassar, Mario David memprediksi anggaran Covid-19 pada APBD Pokok 2022 tidak akan mencapai Rp200 miliar karena kasus sudah mulai melandai. Paling tinggi, kata dia, berada di angka Rp100 miliar.

Dia mengatakan, pemkot sebaiknya fokus dalam pembenahan sejumlah fasilitas kesehatan kota pada APBD Pokok 2022. Seperti pembenahan rumah sakit tipe C yang cukup krusial.

Dia menguraikan, persiapan rumah sakit yang ada di Batua, Rumah Sakit Ujung Pandang segera selesai, Rumah Sakit Sudiang perencanannya sudah harus di situ, Rumah Sakit di Minasa Upa dan Rumah Sakit Ibu dan Anak Mamajang segera dibangun, dan memperkuat 47 puskesmas lainnya.

Legislator Nasdem ini menambahkan, jika seluruh sarana ini dibenahi, anggaran dapat ditekan untuk mengatasi persoalan isolasi, nilai bed occupancy rate (BOR), hingga vaksinasi.

“Kalau orang Covid-19 larinya ke mana? Dari pada ke hotel atau Kapal Umsini lagi, mendingan ke RS dan puskesmas sebagai sarana fasilitas kesehatan. Jadi perlu dimantapkan fasilitas kesehatan,” ujar Mario.

Sebelumnya, Pelaksana tugas Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Makassar, Muhammad Dakhlan mengatakan, pihaknya menyiapkan anggaran Rp 200 miliar untuk penanganan Covid-19 pada 2022. anggaran ini akan masuk dalam skema biaya tak terduga (BTT) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja (APBD) Pokok 2022.

“Jumlah itu berkurang Rp 50 miliar dari yang sebelumnya Rp 250 miliar dalam di APBD Perubahan 2021,” ujar Dakhlan, Selasa lalu. (Syamsi)