oleh

Bantu UMKM, Pemkab dan PIP Gagas Kerjasama Pembiayaan Ultra Mikro

MASAMBA, RAKYATSULSEL.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Utara sedang menggagas kerjasama dengan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemenkeu terkait pembiayaan Ultra Mikro (UMi).

Pembiayaan UMi merupakan program pemerintah yang menyediakan fasilitas pembiayaan maksimum Rp20 juta setiap debitur bagi usaha ultra mikro yang belum dapat mengakses program pembiayaan dari perbankan.

Bupati Luwu Utara, Indah Putri Indriani menyebut, hal ini penting dilakukan untuk membantu usaha mikro terlebih di masa pandemi COVID-19 dan pasca banjir bandang.

“Pemda sejak 2018 memiliki program memberikan bantuan dana stimulan untuk wirausaha pemula atau yang masuk dalam kategori mikro sebesar Rp10 juta per kelompok,” ujar Indah, saat melakukan meeting via virtual zoom dengan Direktur Utama PIP, Jumat (22/10) di Command Center.

“Saat ini berjalan tahun ketiga sebab di 2020 kami konversi ke kegiatan lain karena kami ingin merangkul lebih banyak lagi,” tambahnya.

Indah menyatakan pemda siap membangun kerjasama dengan PIP sebab dari pembiayaan tersebut ada pendampingan yang terus menerus diberikan kepada kelompok yang mendapat bantuan.

“Target kami di RPJMD ada 1000 kelompok yang akan kami intervensi. Kami optimis bisa lebih banyak yang akan diintervensi oleh pemda dengan pola pembiayaan ultra mikro,” paparnya.

Misal, kata Indah, memberikan subsidi bunga dengan alokasi yang disiapkan. Bahkan, program ini bisa mengakomodir lebih dari seribu kelompok usaha ultra mikro.

“Subsidi bantuan ini pun bisa kami intervensi setiap tahun. Tapi untuk teknis polanya seperti apa ke depan masih akan kita bicarakan lebih lanjut,” ucapnya.

Dengan jumlah usaha mikro berkisar 12.913 di Luwu Utara, Indah menyebut ada sekira 64 persen bisa disentuh. Artinya, pihaknya turut berpartisipasi dalam proses pemulihan ekonomi di masa pandemi. Apalagi tahun lalu Luwu Utara diterpa banjir bandang dan menghantam ke wilayah sentra ekonomi termasuk di ibu kota kabupaten.

“Ada enam kecamatan, 39 desa, dan tiga kelurahan yang terdampak langsung. Ada pasar yang hilang tapi masyarakat tetap melakukan aktivitas, dan kami yakini kelompok seperti ini bisa kita intervensi,” bebernya.

Indah menyampaikan, dirinya sudah bisa membayangkan dan mengkalkulasi beberapa waktu terakhir kalau pemkab mengintervensi maka diyakini proses pemulihannya lebih cepat.

“Oleh karena itu sekali lagi terimakasih untuk kesediaan ibu direktur menyelenggarakan kegiatan ini. Mudah-mudahan dapat segera ditindaklanjuti dalam bentuk kerjasama yang nyata,” harap bupati periode kedua ini.

Terpisah, Direktur Utama PIP Kemenkeu Ririn Kadariyah mengapresiasi komitmen Bupati Luwu Utara untuk mengembangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM).

“Secara teknis masih banyak hal yang perlu didiskusikan, tapi kami akan segera tindaklanjuti. Mohon ibu bupati untuk mengirim dinas terkait DP2KUKM, BPKAD, dan juga Inspektorat untuk berdiskusi dengan kami,” pinta Ririn Kadariyah.

Sementara, Ketua DPRD Luwu Utara Basir juga sangat mendukung program yang disampaikan Bupati Luwu Utara sebab berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

“Kita berharap kerjasamanya dapat segera ditindaklanjuti secepatnya,” harap Basir. (*)