oleh

Terima Kunjungan Direksi Rakyat Sulsel, Wabup Bulukumba Curhat Soal Pariwisata

BULUKUMBA, RAKYAT SULSEL.CO – Kawasan wisata Pantai Bira Bulukumba merupakan penyumbang terbesar bagi pendapatan asli daerah (PAD), olehnya itu Pemkab Bulukumba terus melakukan perbaikan infrastruktur di kawasan obyek wisata pantai Bira.

Hal itu tersebut diungkapkan Wakil Bupati Bulukumba, HA Edy Manaf saat menerima kunjungan kerja Direksi Harian Rakyat Sulsel, yakni Direktur Utama Faisal Palapa dan Direktur H Daswar M Rewo, di ruang kerjanya, Kantor Bupati Bulukumba, Kamis (21/10).

sehingga dirinya memastikan akan mempercantik tempat wisata sekaligus menarik turis untuk datang berlibur menikmati indahnya pasir putih Bira. Apalagi, kawasan wisata Bira memang merupakan obyek wisata andalan di daerah berjuluk Panrita Lopi itu.

Lebih jauh Edy Manaf menjelaskan, angka kunjungan wisata ke Bira mengalami peningkatan yang cukup pesat. Khususnya diakhir pekan, jumlah pengunjung sangat padat.

“Bisa mencapai di atas 4 ribu pengunjung di waktu akhir pekan. Tentu itu semua tidak terlepas dari kebijakan pembangunan di kawasan wisata Bira. Termasuk, kebijakan pengembangan kawasan wisata Bira yang dilakukan Pemprov Sulsel,” ungkapnya.
Sulsel.

Dengan angka kunjungan wisata yang cukup besar itulah, kata Edy Manaf, menjadi faktor tingginya pendapatan asli daerah (PAD) dari kawasan wisata Bira.

“Setiap pekannya itu penerimaan pendapatan daerah dari sana mencapai lebih dari Rp125 juta yang disetor. Jumlah tersebut sudah jauh meningkat dari sebelumnya yang hanya rata-rata di bawah Rp50 juta,” tambahnya.

Orang nomor dua di Bulukumba itu mengaku, pengembangan kawasan wisata dan pembangunan bandar wisata memang menjadi fokus perhatian Pemkab Bulukumba. Hanya saja, dirinya masih menyayangkan biaya menginap di kawasan wisata Bira yang cukup tinggi.

“Kendalanya saat ini biaya nginap di Bira kerap dikeluhkan lantaran dinilai kemahalan. Kita sudah turunkan tim untuk melakukan investigasi penyebabnya,” tegas Edy Manaf.

Ia pun mencontohkan, saat anggota DPR RI, Ridwan Wattiri dari F-PDIP yang pernah menginap di Bira baru baru ini. Biaya sewa kamar hotel yang dikeluarkannya mencapai Rp7 juta hanya untuk semalam.

“Angka itu jauh lebih mahal ketimbang sewa kamar di hotel bintang lima,” ujar Edy Manaf.

Terkait dengan sewa kamar hotel di Bira yang kemahalan itu, Edy Manaf mengatakan akan segera meminta PHRI membuat standarisasi tarif kamar hotel. Termasuk harus dibarengi dengan pelayanan yang diberikan, jangan sampai sebaliknya,” pungkasnya. (sal)