oleh

Oknum Pejabat Bekingi Mafia Tanah

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Praktik mafia tanah sudah menggurita. Banyak pihak terlibat, termasuk adanya oknum pejabat yang diduga menjadi beking para mafia tanah.

Banyak modus mafia tanah dalam melancarkan aksinya. Mulai dari membuat dokumen palsu, kependudukan lahan, hingga melalui pengadilan. Maraknya mafia tanah membuat kepemilikan lahan kerap bersengketa.

Terbaru, Inspektur Jenderal Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (BPN) RI Sunraizal bahkan menyebut sepertiga tanah di Makassar telah dikuasai oleh mafia tanah.

Merespon mafia tanah di Kota Makassar, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan “Danny” Pomanto mengatakan, praktik mafia tanah yang kerap terjadi, melibatkan oknum pegawai.

“Mafia tanah di Kota Makassar pasti ada beking dibelakangnya. Ada oknum di pemerintahan juga bersekongkol. Ini saya pernah ngomong di KPK,” ungkap Danny, Kamis (21/10/2021).

Meski demikian, wali kota berlatar belakang arsitek ini tak mengungkap inisial oknum yang terlibat mafia tanah di kota ini. Menurutnya, persoalan mafia tanah harus diusut dan ditindak tegas.

“Sekarang gugatan lahan luar biasa berkembang. Para mafia tanah pasti ada yang backup dibelakangnya. Pasti orang kuat finansialnya,” jelas Danny.

Menurutnya, mafia tanah bermain dengan modus bermacam-macam di lingkup Pemkot. Misalnya oknum menjual sertipikat tanah ke pengusaha kemudian berharap digugat.

“Karena dia mau (oknum) jual itu, dia cuman disuruh. Kemudian gugat mako itu nanti saya beli begitu modelnya dan pasti ada bekingannya di pemerintah, termasuk pemkot. Jadi artinya, pemerintah macam-macam banyak institusi yang menyangkut itu,” tegasnya.

Anggota DPRD Kota Makassar, Ari Ashari Ilham mengatakan, apa yang disampaikan Danny perihal adanya oknum pegawai Pemkot terlibat bermain mafia tanah perlu ditindak tegas.

“Kalau memang ada oknum bermain-main ihwal tanah atau administrasi pertanahan maka kami minta ditindak tegas. Karena jika dibiarkan maka akan banyak masalah,” desak politisi NasDem itu.