oleh

Kejaksaan Agung Evaluasi Kasus Korupsi di Sulsel

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Sekretaris Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus, Asri Agung Putra berkunjung ke Sulsel, Kamis (21/10).

Tujuannya, melakukan monitoring dan evaluasi penanganan kasus korupsi di lingkup Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan. Hadiri seluruh kepala kejaksaan negeri namun digelar tertutup.

Kepala Bidang Humas Kejati Sulsel, Idil Muhammad mengatakan, Kejaksaan Agung melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap kinerja para jaksa di daerah ini. Sayangnya, Idil menolak membeberkan hasil evaluasi tersebut.

“Intinya yang menjadi sorotan pimpinan adalah penanganan kasus korupsi baik di Kejati maupun di Kejari,” ujar Idil.

Asri Agung yang dicegat seusai pertemuan juga menolak berkomentar banyak. Meski begitu, dia menyatakan bila kinerja kepala kejaksaan se-Sulsel sudah baik.

“Evaluasinya berlangsung lama. Hasilnya bagus,” singkat Asri.

Terpisah, Direktur Lembaga Antikorupsi Sulawesi Selatan (Laksus) Muhammad Ansar menyatakan pihaknya mendukung evaluasi penanganan kasus korupsi yang dilakukan Kejaksaan Agung di Kejati Sulsel.

Menurut dia, jaksa butuh pengawasan ketat agar fokus menuntaskan kasus-kasus yang tengah ditangani.

“Kejaksaan Agung juga harus berani membeberkan ke publik terkait rapor dan kinerja jaksa-jaksa di Sulsel,” ujar Ansar.

Ansar menilai, sejumlah kasus korupsi yang masih mandek di Kejaksaan Tinggi yakni kasus dugaan korupsi kelebihan pembayaran Rp31 miliar di PDAM Kota Makassar dan kasus dana DAK itu di Kabupaten Enrekang senilai Rp39 miliar.

“Dengan evaluasi ini, Kejaksaan makin serius dan tidak terkesan jalan di tempat mengusut kasus korupsi,” kata Ansar. (Ahmad Arfandi)