oleh

Dinilai Asal Kerja, APH Diminta Usut Proyek Pembangunan Rujab Ketua DPRD Takalar

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Rumah Jabatan (Rujab) Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DRPD) Takalar mendapat sorotan lantaran plafon ambruk gara-gara air hujan. Pembangunan rujab tersebut dinilai asal kerja.

Direktur Lembaga Kajian Kebijakan Publik (LK2P) Takalar, Yusuf Karma menilai pekerjaan bangunan itu telah melenceng. Sehingga, ia meminta aparat penegak hukum (APH) untuk mengusut proyek pembangunan rujab Ketua DPRD Takalar sebab ada dugaan penyimpangan pada pekerjaan konstruksi bangunan.

“Kami menduga proses pengerjaanya tak sesuai dengan rancangan anggaran biaya (RAB),” kata Yusuf, Kamis (21/10).

Diketahui, Rujab DPRD Takalar itu mulai dikerjakan pada Oktober dan rampung di Desember, tahun lalu. Namun belum setahun dipakai, beberapa bagian rumah itu mengalami kerusakan akibat terjadinya hujan deras.

Yusuf mengatakan, mudahnya air menembus plafon rumah mengindikasikan adanya kesalahan dalam pengerjaan proyek. Padahal, kata dia, anggarannya itu sebesar Rp1,6 miliar yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU).

“Ini tak masuk akal kalau bangunanya baru selesai dan tiba-tiba plafonnya runtuh. Padahal anggarannya cukup besar, salah satu item pengerjaan yang kami duga tak sesuai dengan RAB, yakni betonisasi pada talang air,” ujar Yusuf.

Menurut dia, talang air rumah itu diduga tidak menggunakan bahan antibocor bocor sehingga air menembus talang yang mengakibatkan rembesan masuk ke plafon.

Lebih jauh, Yusuf mengungkapkan, sejak awal pembangunan rumah jabatan itu telah dipersoalkan bahkan telah dilaporkan ke Polres Takalar. Panitia lelang diduga telah mengubah nilai penawaran dari rekanan dan tidak pernah melakukan verifikasi penawaran yang lebih rendah.

“Panitia lelang langsung umumkan pemenang tender yang diduga tidak memiliki surat badan usaha bangunan sebagai syarat lelang,” beber Yusuf.

“Kita harap APH segera melakukan penyelidikan. Menurutnya, proyek itu diduga telah merugikan keuangan negara,” tambahnya.

Sementara, Pengawas Proyek Rujab DPRD Takalar, Muslimin menolak menanggapi desakan LK2P terkait permintaan APH dalam mengusut proyek tersebut. Meski begitu, kata dia, kontraktor telah mengerjakan proyek itu sesuai dengan RAB.

“Kalau bocornya talang itu karena pada RAB tak menggunakan anti bocor. Itu mungkin penyebabnya. Apalagi di bagian teras tidak memiliki pelindung angin, beda dengan dalam ruangan,” dalih Muslimin.

Muslimin mengatakan, proyek itu sudah dikerjakan sesuai dengan rancangan gambar. Dia menilai, ambruknya plafon itu karena faktor alam berupa hujan yang sangat deras. (Supahrin Tiro)