oleh

Bupati Takalar Perkenalkan Kearifan Lokal Balla Barakka ke Bupati Wajo

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Bupati Takalar, Syamsari Kitta didampingi Sekda Takalar Muh. Hasbi memperkenalkan kearifan lokal Balla Barakka ke Bupati Wajo Amran Mahmud di Dusun Ta’buncini, Kecamatan Galesong, Kamis (21/10).

Pada kesempatan tersebut, Syamsari–sapaan akrab Bupati Takalar menjelaskan sekaligus perkenalkan kebudayaan kerajaan Galesong dan Balla Barakka.

Dimana, kata dia, lokasi di Balla Barakka terdapat beberapa peninggalan benda pusaka. Seperti kris dan benda pusaka lainnya serta beberapa pesan leluhur yang ditulis dalam tulisan lontara.

Usai memperkenalkan sejarah balla barakka, Bupati Takalar bersama Bupati Wajo berbincang dalam program podcast yang dipandu oleh Guru Besar Universitas Hasanuddin Prof. Aminuddin Salle.

Bupati Takalar menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya dalam menumbuhkan UMK ditengah pandemi. Khususnya, hal yang terkait kebudayaan kearifan lokal.

Misalnya saja, songkok guru dengan memberikan spirit dan melihat peluang dipasaran. Salah satu aspek dari budaya kearifan lokal seperti tulisan lontara, pesan-pesan leluhur serta kelestarian adat.

“Saya berharap dengan kedatangan Bupati Wajo ada simbiosis mutualisme, jadi nilai-nilai budaya dari Kabupaten Wajo diserap untuk memperkaya dua budaya,” ujar Syamsari.

Sementara, Bupati Wajo Amran Mahmud menyampaikan pihaknya saat ini telah berbenah dalam melakukan pengembangan dan pelestarian budaya. Tujuannya, agar pengembangan kebudayaan semakin pesat.

Salah satu nilai kearifan lokal dalam peningkatan ekonomi rakyat di Wajo yaitu pengembangan pengelolaan kain sutra dan lipa sabbe sebagai pelestarian budaya.

“Jadi ini soal bagaimana kita bisa memperkenalkan kain sutra kepada semua kalangan. Mengingat kain sutra banyak digunakan untuk acara kenegaraan dan acara adat,” papar Amran.

“Saya sangat termotivasi dengan Balla Barakka, dan sangat menginspirasi dalam pengembangan sejarah dan kebudayaan” pungkasnya. (*)