oleh

Pimpin Sulsel, Andi Sudirman Klaim Banyak Capaian Diraih Pemprov

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman mengklaim pemerintah provinsi meraih banyak capaian selama memimpin Sulsel.

Pencapaian tersebut antara lain sektor kesehatan, sistem keuangan, angka kemiskinan, pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan ekspor di tengah masa pandemi Covid-19.

Sudirman mengurai dari sektor angka kemiskinan. Kata dia, Pemprov Sulsel berhasil menekan jumlah orang miskin sebanyak 15 ribu orang.

Salah satu implikasinya yakni sistem ekonomi di Sulsel berhasil tumbuh sekitar 7,66 persen dalam 3 bulan setelah mengalami kontraksi hingga minus 0,21 persen. Itu, melampaui capaian nasional hanya 7.07 persen.

“Ditriwulan pertama, kenaikan pertumbuhan ekonomi di angka 7,66 persen kemudian kita lihat menekan angka kemiskinan sekitar 15 ribu org di triwulan kedua,” ungkap Andi Sudirman, Rabu (20/10).

Bahkan, sambung Sudirman, nilai ekspor pada triwulan ketiga 2021 mengalami kenaikan sebanyak 4,74 persen atau Rp1,6 triliun dibanding periode sebelumnya ditahun yang sama.

Tak hanya itu, dimasa pandemi yang sudah berjalan selama 2 tahun, dibawah komando ASS Pemprov Sulsel berhasil melakukan terobosan dalam penanganan covid-19 di Sulsel seperti membuka tempt isolasi terpusat.

Seperti Fasilitas Isolasi Terintegrasi (FIT) dengan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Pemprov Sulsel. FIT ini juga diklaim menjadi potensi pendapatan daerah.

“Belum lagi selesai, kita mengahadapi gelombang yang lebih besar. Jika kami tidak bisa menahan laju paling tidak bisa mengkonversi sistem keuangan yang tadinya membebani anggaran kemudian bagaimana mengubah menjadi potensi anggaran,” ujarnya.

Usaha untuk menekan laju angka kasus Covid-19, kata dia, maka dibuat program Kebut Vaksinasi dengan bekerjasama dengan berbagai pihak untuk mempercepat vaksinasi.

Percepatan vaksinasi tersebut dengan membuka gerai-gerai vaksin di sejumlah rumah sakit dan juga meluncurkan Mobile Vaksinator.

Meski ditengah pandemi, pemerintah provinsi tetap menggenjot pembangunan infrastruktur. Termasuk jalan, jembatan, irigasi, bangunan dan industri, seperti Ruas Takkalasi (Barru)-Bainange-Lawo (Soppeng).

Pemerintah provinsi juga, kata Sudirman melakukan pembangunan sistem irigasi dan di sektor industri, dilakukan program recovery pabrik jagung yang semula potensi mangkrak.

Aset-aset bermasalah dalam proses tertib pembangunan seperti rest area di Kabupaten Jeneponto dan Sidrap berhasil dituntaskan.

Tim penertiban aset juga bersama Polri, Satpol PP, BKAD, Perusda bersama sama dalam penyelamatan Gedung Juang 45 yang telah dikuasai lebih 30 tahun oleh pihak ketiga.

“Terakhir Andi Sudirman mengingatkan meski ditengah pandemi yang terjadi, pemprov Sulsel tetap harus melangkah maju meski secara pelan tapi pasti,” katanya.

“Ditengah pandemi kita sedang tidak baik baik saja sehhingga kita bisa keluar melangkah bertahap tapi pasti slow but sure,” tambahnya. (Sasa)