oleh

Jadi Pembicara, Amran Mahmud: Potensi Sumber Daya Kelautan Wajo Melimpah

WAJO, RAKYATSULSEL.CO – Bupati Wajo, Amran Mahmud didaulat menjadi narasumber pada Webinar (Web Seminar) Nasional yang diselenggarakan komisi Pemuda dan Mahasiswa PB HMI, Selasa (19/10).

Kegiatan ini mengangkat tema Kolaborasi Pemuda Berdayakan Masyarakat Pesisir, Indonesia Bangkit. Tak hanya Amran, narasumber yang hadir diantaranya anggota DPR RI Tamsil Linrung.

Kemudian, Walikota Samarinda sekaligus Ketua Umum Aspeksindo Andi Harun dan Rektor Insitut Pertanian Bogor Prof. Arif Satria.

Amran Mahmud menyampaikan pemahaman akan kondisi obyektif bangsa sebagai negara maritim dengan banyak wilayah pesisir yang masih terbelakang, merupakan sinyal kebangkitan bangsa yang menggembirakan.

Hal itu, menurutnya, karena muncul dikalangan pemuda dan mahasiswa, yang merupakan generasi penerus dan generasi pelanjut yang kelak akan mengambil alih tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini dari generasi pendahulunya.

“Perkenankan saya atas nama pribadi menyampaikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya, kepada penggagas acara ini, yang telah memantik kebersamaan kita, sekalipun dalam forum yang bersifat virtual,” ucap Amran Mahmud.

Pada kesempatan tersebut, Amran Mahmud yang diminta untuk membawakan topik Sinergitas Pemuda dan Pemerintah Daerah Membangkitkan Ekonomi Masyarakat. Dia juga memaparkan berbagai potensi kemaritiman Kabupaten Wajo.

Kata Amran, Kabupaten Wajo merupakan salah satu daerah yang dianugerahi sumber daya kelautan yang melimpah.

Wajo juga memiliki laut di batas sebelah Timurnya, yakni Teluk Bone, dengan garis pantai sepanjang 103 km, dengan total penduduk yang mendiami wilayah tersebut sebanyak 50.601 jiwa.

“Di sepanjang garis pantai itu, terdapat kawasan budidaya tambak dan perikanan tangkap, serta kawasan budidaya rumput laut yang dikelola oleh masyarakat, dengan hasil yang melimpah.,” jelasnya.

Selama beberapa tahun terakhir ini, lanjutnya, produksi daerah pesisir laut Kabupaten Wajo dari berbagai komoditas yaitu untuk perikanan tangkap sebanyak 20.710,33 ton.

Kemudian dari perikanan budidaya dihasilkan 500.730,37 ton dengan tambak seluas 15.000 ha. Hasil budidaya tersebut didominasi oleh rumput lautdengan jumlah produksi sebanyak 476 ribu ton dan lahan seluas hampir 14 ribu hektar, atau sekitar 91 persen dari total produksi.

“Sampai saat ini, hasil itu telah berkontribusi dalam peningkatan perekonomian masyarakat,” bebernya. (*)