oleh

Cakupan Minim, Vaksinasi Lansia di Makassar Bakal Dilakukan Door to Door

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Cakupan vaksinasi bagi warga lanjut usia (lansia) di Kota Makassar masih minim. Bahkan, belum mencapai 50 persen.

Berdasarkan data vaksinasi per 16 Oktober 2021, jumlah vaksinasi terhadap lansia masih di angka 33 persen, atau baru 33.180 dari 101.284 lansia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar, Nursaidah Sirajuddin mengaku jumlah tersebut masih jauh dari target. Padahal, jumlah warga lansia berada di urutan dua terbawah, sebelum tenaga kesehatan.

Alasannya, kata dokter Ida–sapaan akrabnya, banyak lansia yang memiliki komorbid atau penyakit bawaan, hingga adanya penolakan dari pihak keluarga.

Dia mengaku sudah ada beberapa cara yang dilakukan untuk menggenjot vaksinasi bagi lansia. Salah satunya adalah metode layanan tanpa turun (lantatur) atau drive thru.

Namun, bila masih belum maksimal, sambung dr. Ida, maka akan dilakukan metode door to door. Petugas akan mendatangi rumah lansia satu per satu untuk divaksin.

“Ke depannya bila vaksinasi 100.1.100 rampung, akan kita lakukan kunjungan rumah khusus untuk lansia,” ujar dokter Ida, Senin (18/10).

Sejauh ini vaksinasi di Kota Makassar sudah hampir mencapai 70 persen. Sebanyak 18.348 sumber daya manusia kesehatan (SDMK) sudah menerima vaksin dosis pertama dari target 15.840 SDMK.

Kemudian, pelayan publik sebanyak 249.526 dari target 122.151. Sementara masyarakat umum dan rentan sebanyak 367.064 dari target 706.781. Sedangkan vaksinasi dosis pertama bagi remaja sudah menyasar 86.830 dari target 156.274 orang.

Terpisah, Ahli Epidemiologi FKM UMI, Prof Masriadi mengatakan jika kebijakan vaksinasi 100.1.100 sudah sangat baik karena memberikan edukasi kepada masyarakat akan pentingnya vaksinasi dan dibarengi dengan kebijakan yang mengikat.

Bahkan dengan fasilitas vaksinasi di tingkat RT maka memperbesar cakupan vaksinasi dan memperbesar potensi Makassar turun ke level 1 PPKM.

“Ini yang akan mendongkrak pencapaian vaksinasi menuju 75 persen, sehingga level PPKM bisa menjadi level 1,” pungkasnya. (Syamsi)