oleh

Diminta Pimpin Hanura, Syamsuddin Hamid: Kira-kira Mampu Ja’ ?

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Keinginan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sulsel meminang mantan Bupati Pangkep dua periode Syamsuddin Hamid sepertinya akan sedikit tertunda lantaran mantan Ketua DPD II Golkar Pangkep tersebut masih mempertimbangkan rencana tersebut.

“Kira-kira mampu ja’ ?,”ujar Syamsuddin Hamid saat ditanya apakah dirinya siap menahkodai DPD Hanura Sulsel, Jumat (15/10).

Meski masih menggantung, Bupati yang dikenal sederhana tersebut tidak menutup diri, dia berjanji akan memberi jawaban secepatnya.

“Tunggu yah, nanti bakal saya jawab,” tambah pria yang juga pernah menjabat Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pangkep dua periode tersebut.

Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Hanura kota Makassar Syachrul Maulana menyebut jika ada beberapa calon ketua yang sudah ditemui untuk memimpin partai besutan Wiranto tersebut di Sulsel.

Salah satunya Syamsuddin Hamid. Dia dorong untuk maju bertarung calon ketua di Musyawarah Daerah Luar Biasa (musdalub).

Syachrul Maulana datang langsung ke kediaman Syamsuddin Hamid di Jalan Pengayoman Kota Makassar, Kamis (14/10) malam.

Pertemuan berlangsung satu jam sejak pukul 19.30 hingga pukul 20.30 Wita. Ullah Syachrul Maulana mengatakan, dirinya ditugaskan oleh Pelakasana tugas (Plt) Ketua DPD Hanura Sulsel Arwani Syaerozi untuk mencari figur-figur calon pemimpin baru.

“Semalam kita datang bertamu ke rumah beliau (Syamsuddin Hamid) meminta kesediaan beliau gabung Hanura Sulsel,” kata Ullah, Jumat (15/10/2021).

Dalam pertemuan itu, Ullah menuturkan, Syamsuddin Hamid memberi sinyal tertarik gabung Hanura. Ia menilai, Syamsuddin merespon tertawa semringah. Syamsuddin Hamid disebutkan berkelakar warna Hanura tidak jauh beda dengan warna partai sebelumnya.

“Boleh juga, beda tipis dengan warna kuning,” kata Ullah menirukan kata-kata Syamsuddin Hamid.

Selain Syamsuddin Hamid, kata Ullah, Hanura Sulsel juga masih mencoba bergerak melamar sejumlah tokoh lainnya.

Tokoh lain yang ingin dilamar seperti mantan Bupati Luwu dua periode sekaligus mantan kontestan Pilgub Sulsel 2018 Andi Mudzakkar. Kemudian Bupati Gowa dua periode Adnan Purichta Ichsan.

Hanura berencana menemui tokok-tokoh tergabung gabung partai bentukan mantan Panglima ABRI Wiranto itu.

“Dalam waktu dekat kita berencana menemui beliau,” ujarnya.

Satu per satu kader Partai Hanura meninggalkan partai besutan Oesman Sapta Odang ini. Pada pemilu 2019 lalu, partai yang didirikan mantan panglima ABRI, Jenderal (purn) Wiranto ini sudah ditinggalkan kader utama.

Sebutlah seperti Mukhtar Tompo yang pindah ke Partai Amanat Nasional. Kemudian, kader partai yang duduk di DPRD Sulsel.

Setelah dualisme, Partai Hanura di Sulsel ikut hancur dari 6 menjadi 1 kursi. Kini sekretaris Partai Hanura Sulsel, Affandy Agusman Aris memutuskan hijrah dari Partai Hanura ke Partai Solidaritas Indonesia.

Mantan anggota DPRD Sulsel Periode 2009-2014 itu kini ditunjuk memimpin DPW Partai Solidaritas Indonesia Sulawesi Selatan.

Affandy memutuskan mengundurkan diri sebagai Sekretaris DPD Hanura Sulawesi Selatan.

Belakangan Ketua DPD Hanura Sulsel Andi Ilham Matalatta dan Wakil Ketua Imbar Ismail ikut mundur. (Yadi)