oleh

1 Kasus Baru Muncul, Pemkot Parepare Masifkan Testing, Tracing, dan Vaksinasi

PAREPARE, RAKSUL — Satu kasus aktif baru Covid-19 muncul di Kota Parepare, berdasarkan data per 15 Oktober 2021. Satu kasus aktif atau satu pasien Covid-19 ini sedang dalam perawatan di RSUD Andi Makkasau Parepare. Sementara ada dua orang lagi kontak erat dan suspect dalam pemantauan.

Siaga dan waspada menyusul munculnya satu kasus baru, Pemerintah Kota Parepare melalui Satgas Penanganan Covid-19 terus memasifkan testing dan tracing. Selain upaya vaksinasi dengan melibatkan banyak pihak agar secepatnya tercipta kekebalan kelompok (herd immunity) mulai di tingkat RT dan RW.

Hal ini dikemukakan Sekda Kota Parepare yang juga Sekretaris Satgas Penanganan Covid-19 Parepare, H Iwan Asaad, Sabtu, 16 Oktober 2021.

“Testing dan tracing ini menjadi perhatian serius kami untuk mencegah penyebaran Covid-19. Namun dalam melakukan tugasnya kami mendorong petugas testing dan tracing untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” kata Iwan Asaad.

Iwan pun mengapresiasi petugas testing dan tracing sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19. Dia berharap, gencarnya testing dan tracing ditambah kesadaran masyarakat patuh protokol kesehatan akan membuat level PPKM Parepare terus turun. Saat ini Parepare berada di PPKM Level 2, dan diharapkan menurun menjadi Level 1, hingga seterusnya menjadi semakin terkendali.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Parepare, Rahmawaty Natsier membenarkan penambahan satu kasus aktif per 15 Oktober 2021, dari beberapa hari sebelumnya nol kasus. Mencegah penyebaran itu, upaya testing dan tracing terus digencarkan. “Kami tetap melakukan testing dan tracking,” kata Rahmawaty.

Terkait vaksinasi, data per 14 Oktober 2021, dari 119.206 sasaran vaksinasi di Parepare, telah divaksin satu 59.510 orang (49,92 persen), vaksin dua 45.301 orang (38 persen), dan vaksin tiga khusus tenaga kesehatan 1.737 (63,93 persen).

Sasaran vaksinasi di Parepare adalah semua kalangan, mulai tenaga kesehatan, pelayan publik, Lansia dan pra Lansia, masyarakat umum usia 18-49 tahun, dan remaja usia 12-17 tahun. Itu berdasarkan data Tim Teknis Pelaksana Vaksinasi Covid-19 Dinas Kesehatan Parepare. “Dengan semakin banyak yang divaksin, kita makin memiliki kekebalan kelompok,” tandas Rahmawaty. (*)