oleh

RS Rujukan Covid-19 Tagih Insentif Nakes 

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan mulai memproses pembayaran insentif nakes untuk triwulan ke II pada sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 dibawah naungan Provinsi.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan Sulsel dr Arman Bausat mengatakan, berkas pembayaran insentif sudah masuk dan sudah ditandatangani dan berproses keuangan.

“Berkas pembayaran insentif untuk nakes telah masuk kemarin ke Dinas Kesehatan. Saat ini sedang berproses di keuangan dan sudah ditandatangani,” ungkapnya, Kamis (13/10/21).

dr Arman menyebutkan pembayaran insentif nakes diepruntukkan untuk nakes yang berada di RS naungan Provinsi. “Seperti rumah sakit Dadi, Labuang Baji, Semua RS Pemprov,” ujarnya.

Ia juga  selaku Direktur Utama RSKD Dadi Makassar menyebut tagihan insentif nakes yang diajukan sebanyak 8 milyar. “Saya liat RSKD Dadi lumayan tinggi tagihannya, sampai Rp8 Miliar,” pungkasnya.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan telah membayar insentif nakes di Bulan Januari hingga April 2021.

Sementara, Wakil Direktur Keuangan RS Labuang Baji Makassar, Harmin Hamid menjelaskan, untuk berkas pengusulan pembayaran insentif sudah dimasukkan sejak pekan lalu ke Dinas Kesehatan.

“Berkas telah diajukan sejak minggu lalu hanya tinggal menunggu review dari inspektorat,” tuturnya.

Harmin melanjutkan pembayaran yang diajukan untuk insentif nakes sekitar 2,2 milyar. “Sekitar 2,2 milyar,” singkatnya.

Dia menambahkan pembayaran insentif nakes ini menyesuaikan dengan jumlah pasien yang masuk.

“Di bulan Mei tidak adami pasien, nanti di bulan Juni pasien mulai ada sedikit, dan pada bulan Juli pasien yang masuk sudah banyak. Pembayaran ini kan tidak dihitung berdasarkan tiap bulan tetapi, dari jumlah pasien yang masuk,” tambahnya.

Berkas pengajuan insentif nakes RS Labuang Baji sedang di review di inspektorat. Setelah di itu baru akan di akan dilanjutkam ke BKAD untuk di cairkan anggarannya. (Sas)