oleh

Lawan Mafia Tanah, BPN Sulsel Gandeng Kepolisian dan Kejaksaan

MAKASSAR, RAKSULRAKYATSULSEL.CO – Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Sulsel berkomitmen mengejar mafia tanah di di Sulawesi Selatan, khususnya di Kota Makassar.

Untuk itu, BPN Kantor Wilayah Sulawesi Selatan berkolaborasi bersama aparat penegak hukum yakni Kejaksaan dan Kepolisian dalam memerangi mafia atau makelar tanah. Termasuk Ombudsman RI Perwakilan Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulsel Bambang Priono menyatakan bahwa mafia tanah kini tidak hanya menggasak lahan milik warga. Tetapi juga menyasar tanah-tanah milik negara dan BUMN.

“Tindakan mafia tanah harus dibasmi,” kata Bambang Priono usai melakukan sosialiasi pencegahan kasus pertanahan di Hotel Claro Makassar, Kamis (14/10/2021).

“Kita kolaborasi ungkap mafia tanah. Tidak kuat jika BPN hanya sendiri. Apalagi pak Presiden sudah instruksikan agar BPN berkolaborasi dengan penegak hukum untuk berantas mafia tanah,” jelasnya.

Terkait sepertiga kota di Makassar yang digugat oleh mafia tanah, Bambang menyebut menegaskan tindakan itu dilakukan oleh satu oknum. Bahkan kata dia, oknum tersebut telah mengusai beberapa lahan atau lokasi. Termasuk lahan tanah milik kantor BUMN di Kota Makassar.

“Ada sepertiga tanah Makassar, aset BUMN diklaim dan diambil oleh oknum tertentu. Seperti eks PTPN di Gowa, Pertamina dan Pelindo (sudah kalah), PLN Latimojong, tanah Almarkas. Kemudian tanah tol dan lainnya. Penggugat oknumnya sama, alas haknya sama. Dan menang pula di pengadilan (orangnya sama),” terangnya.

Maka dari itu, kata Bambang, BPN butuh sinergitas dengan pihak penegak hukum. “Untuk itu, kami menyarankan kepada para investor agar berhati-hati berhadapan dengan mafia tanah,” tegasnya.