oleh

Guru Bahasa Daerah Ditantang Kreatif Lahirkan Siswa Entrepeneur Berkearifan Lokal

PAREPARE, RAKSUL- Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan berkolaborasi KNPI Parepare, MGMP SMP, dan KKG SD Bahasa Daerah menggelar Diseminasi Model Pembelajaran Bahasa dan Sastra Daerah Bugis.

Kegiatan yang diikuti puluhan guru SD dan SMP, khususnya mata pelajaran muatan lokal Bahasa Daerah itu digelar di lantai 2 Balai Ainun Habibie, Kota Parepare, Jumat, (15/102/2021).

Dalam kegiatan yang mengeksplorasi kemampuan bahasa dan sastra guru, khususnya pada bidang puisi, mendongeng, dan pidato Bugis ini, para guru bahasa daerah ditantang lebih inovatif dan kreatif dalam melahirkan siswa entrepeneur berkearifan lokal.

Tantangan itu menjadi penekanan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare, Arifuddin Idris saat membuka acara diseminasi yang akan digelar selama dua hari itu.

“Teman-teman guru bahasa daerah adalah ujung tombak dalam pelestarian bahasa daerah. Dua hal yang saya pesankan. Pertama ubah model dan metode mengajar yang selama ini mungkin hanya memperkenalkan aksara saja. Sesuaikan dengan tuntutan zaman. Kedua, manfaatkan teknologi dengan orientasi kita dalam melahirkan siswa yang wirausahawan atau entrepeneur,” pesan Arif, sapaan mantan Kepala Bidang Pendidikan Dasar ini.

Arif mencontohkan, kata-kata bijak dalam bahasa daefah Bugis dapat dibuat dalam karya-karya kreatif yang bernilai ekonomi. “Mulai dari sekolahta’, penuhi sekolah dengan tulisan-tulisan lontara Bugis dari elong misalnya. Karena cinta itu timbul ketika kita sudah sering berhadapan. Nah, begitu juga karya-karya kalau sering dilihat maka orsng akan tertarik dan suka,” ujar dia.

Arif menekankan, komitmen Wali Kota Parepare dalam menjadikan Parepare sebagai percontohan atau ‘role model’ harus didukung oleh semua pihak, termasuk guru bahasa daerah.

“Saya ingin KKG dan MGMP Bahasa Daerah Parepare ini menjadi percontohan dari daerah lain sebagaimana komitmen Bapak Wali Kota yang mengingikan Parepare sebagai role model di Sulsel,” urai Arif.

Tiktok berbahasa daerah juga menjadi salah satu alternatif model pembelajaran yang menyenangkan kata dia. “Kita upayakan berikutnya semua kepala sekolah ikut acara seperti ini supaya mereka memberikan ruang khusus untuk bahasa daerah, minimal melalui zoom,” kata dia.

Sementara, Ketua KNPI Parepare, Muhammad Ramdhan menguraikan, posisi KNPI sebagai panitia dalam kegiatan diseminasi model pembelajaran bahasa dan sastra daerah tersebut merupakan wujud komitmen dalam membangun kolaborasi dengan pemerintah.

“KNPI mendukung Parepare sebagai kota Habibie dalam mewujudkan sumber daya pemuda terbarukan. Terbarukan bukan hanya IPTEK, tetapi juga pemuda yang memiliki nilai agama dan budaya sebagai patron Habibie. Kami sangat terbuka untuk membangun upaya pelestarian bahasa dan satra Bugis,” kata Ramdhan, sapaan akrab dia.

Kegiatan itu juga menurut Ramdhan sebagai rangkaian pelaksanaan Pekab Pemuda dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober mendatang. “Salah satunya pekan kebudayaan melalui kegiatan yang kami kolaborasikan dengan Pemkot Parepare,” tandas dia.

Kegiatan itu juga dirangkaikan dengan Pengukuhan dan Pelantikan Pengurus KKG SD dan MGMP Bahasa Daerah SMP se-Kota Parepare. Pengukuhan dan pelantikan dilakukan oleh Arifuddin Idris, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Parepare.

“Hari ini menjadi saksi sejarah perkembangan dan eksistensi bahasa daerah Bugis di daerah kita. Terbentuknya pengurus KKG di SD di Parepare ini adalah pertama kalinya di Sulsel. Dan pengukuhan MGMP juga selama ini tidak pernah ada yang dilantik. Baru kali ini, dan itupun dimulai dari mapel Bahasa Daerah,” ungkap Mustadirham.

Untuk Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa daerah tingkat SD diketuai oleh Sudirman Manda dari UPTD SD Negeri 5 Parepare dan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Daerah tingkat SMP diketuai oleh Rahmaniar dari UPTD SMP Negeri 2 Parepare.

Kegiatan itu juga ditandai dengan penyerahan papan nama bertuliskan aksara lontara’ Bugis dan diawali dengan tarian tradisional Bugis Padduppa. (*)