oleh

Saksi: Masjid di Lahan NA Dibangun dari Dana CSR

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Pengadilan Tipikor Makassar kembali menggelar sidang lanjutan dugaan suap dan gratifikasi dengan terdakwa Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah, Rabu (13/10/2021).

Dalam sidang lanjutan kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan tiga orang saksi, yakni pihak pembangunan masjid di lahan NA di Pucak, Maros, atas nama Ruswandi alias Wandi, seorang ASN di Pemprov Sulsel atas nama Basman dan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Gilang Gumilang.

Dalam keterangannya, Ruswandi alias Wandi menyebutkan, dirinya mengenal Nurdin Abdullah saat masih berstatus pengusaha di tahun 2004. Kemudian sekitar tahun 2020 sopir NA atas nama Makmur menghubunginya.

“Melalui sopirnya, Pak Nurdin titip pesan saya disuruh ke Makassar, saya bertemu dengan Pak Hasmin Badoa, saya koordinasi saya cari tokoh masyarakat sekitar lokasi (lokasi lahan Nurdin Abdullah) yang dibangun masjid,” urainya.

Ruswandi menyatakan, dirinya bersama dengan Hasmin Badoa melakukan survei dan setelahnya menemui saksi Aminuddin. “Saat saya ketemu (Nurdin Abdullah), beliau berkata saya akan wakafkan ini tanah untuk dibangun masjid,” terangnya.

Menurut dia, pembangunan masjid mulai dikerjakan setelah proposal permohonan bantuan jadi dan ada kabar CSR dari Bank Sulselbar.

“Yang bentuk panitia Pak Aminuddin. Tugas saya sebagai kepala tukang untuk membangun masjid, bawa tenaga dari Jawa 10 orang sekitar pertengahan bulan November 2020. Yang beli bahan saya, masalah uang saya tidak tahu, yang tahunya uang itu Pak Aminuddin,” tutur Ruswandi.

Dia mengaku, awalnya rencana anggaran pembangunan maajid adalah Rp750 juta, akan tetapi akhirnya direvisi menjadi Rp1 miliar.

“Ada dua proposal Rp750 juta dan Rp1,3 miliar. Saya tahu rekening masjid tapi yang pegang Pak Aminuddin. Setahu saya dana terkumpul untuk CSR masjid sekitar Rp1 miliar,” pungkasnya. (*)