oleh

Soal Kasus Pemerkosaan Anak di Lutim, LBH Minta Mabes Polri Transparan

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Lembaga Bantuan Hukum Makassar meminta tim Mabes Polri yang datang ke Kabupaten Luwu Timur transparan dalam mengusut kasus perkosaan tiga orang anak yang diduga dilakukan oleh ayah kandungnya.

“Periksa polisi di sana dan buka kembali kasus ini,” ujar Ketua Divisi Perlindungan Perempuan dan Anak LBH Makassar, Reski Pratiwi, Senin (11/10/2021).

Menurut dia, Mabes Polri harus mengambil alih penanganan perkara tersebut. Dia menilai, penghentian kasus dugaan perkosaan itu telah menciderai rasa keadilan pelapor. ilakukan pihak kepolisian terbilang prematur.

“Kami menilai penghentian penyelidikan oleh Polres Luwu Timur adalah prematur serta di dalamnya ditemui sejumlah pelanggaran prosedur,” ujar dia.

Tim Mabes Polri telah tiba di Luwu Timur. Selain itu, tim pencari fakta dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak, juga telah melakukan asistensi di Polres Luwu Timur.

Rombongan yang dipimpin Robert Parlindungan ini pun melakukan pertemuan tertutup dengan kepolisian setempat.

Bupati Luwu Timur Budiman mengatakan, saat ini seluruh masyarakat Luwu Timur menunggu proses hukum terkait kasus dugaan pemerkosaan itu. Menurut dia, semua pihak harus bersabar dan menghargai proses hukum yang tengah berlangsung.

“Pelapor dan terlapor masing-masing adalah. Meski sudah menimbulkan kegaduhan tapi, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan,” ujar Budiman.

Adapun Agus Melaz, kuasa hukum SFY (terlapor) menyatakan akan melapor balik pelapor ke Polda Sulawesi Selatan.

“Upaya ini untuk memulihkan nama baik klien kami yang telanjur divonis sebagai pelaku,” ujar Agus.

Menurut Agus, kliennya telah dirugikan sejak aksus ini viral di media sosial. Dia mengatakan, publik sudah menuduh SFY sebagai pelaku, padahal kasusnya belum bergulir di pengadilan.

“Semua pihak yang terkait akan kami laporkan,” tegas Agus. (Son-Cr2)