oleh

Lontarkan Pertanyaan Nyeleneh, Tim Seleksi Cakades Dianggap Tidak Profesional

PANGKEP, RAKYATSULSEL.CO – Tim seleksi calon kepala desa (kades) di Pangkep disebut terkesan subjektif dalam memberikan penilaian terhadap bakal calon kepala desa di Pangkep.

Bahkan tim seleksi diduga membuat pertanyaan aneh saat sesi wawancara yang dianggap menyudutkan bakal calon kepala desa.

Adalah Jamaluddin, bakal calon kepala desa Pitue, kecamatan Marang yang menyayangkan hal tersebut, dirinya tidak menyangka jika tim seleksi yang notabene merupakan kaum intelektual justru melontarkan pertanyaan yang dianggapnya tidak berbobot tersebut.

“Dia bilang, siapa yang kamu dukung di Pilkada, Ya saya jawab jujur, Andi Ilham, dan alangkah lucunya kalau saya berbohong,” ungkap Jamaluddin, yang ditemui saat mengadu di DPRD Pangkep, Senin (11/10).

Jamaluddin menduga jika pertanyaan tersebut menjadi alasan dirinya digugurkan sebagai Cakades, padahal pada sesi tes tertulis, dirinya menempati peringkat ke tiga dari 7 bakal calon yang maju bertarung.

“Sekarang saya di peringkat enam, dan gagal maju, padahal saat tes tertulis, saya berada di peringkat tiga dengan nilai 305,” tambah Alumni manajemen pemasaran di STIEM Bongaya tersebut.

Tidak hanya Jamal, pertanyaan serupa juga didapatkan Bakal calon kepada desa Tabo Tabo, Kecamatan Bungoro, H. Mansyur. Politisi senior yang merupakan mantan birokrat dan anggota DPRD Pangkep tersebut, juga dinyatakan tidak lolos seleksi.

“Saya juga ditanya ‘siapa kau pilih waktu pilkada kemarin?’ Jadi saya jawab saya pilih nomor tiga, sehingga saya dianggap tidak layak lolos,” jelas H Mansyur.

Ketua Komisi I DPRD Pangkep, Nurdin Mappiara yang menerima aspirasi keduanya menegaskan, jika seleksi calon kades tidak boleh melanggar perda dan aturan lebih tinggi.

“Saya sudah tegaskan kepada pihak dinas, untuk tegas dan jelas dalam aturan dan seleksi, karena jangan sampai terjadi kisruh dilapangan, termasuk siapa yang melakukan seleksi, harus jelas,” singkat Nurdin Mappiara.

Sementara itu Ketua DPD II Partai Golkar Pangkep, Andil Ilham Zainuddin yang juga mantan ketua DPRD Pangkep periode 2014-2019, ikut angkat bicara. Dia menganggap panitia seleksi bermain kasar dengan menggugurkan kandidat hanya karena beda pilihan saat Pilkada Pangkep lalu.

“Tim seleksi ini memiliki kepentingan di Pilkades dan dipertanyakan profesionalitasnya, lantaran pernah dan terlibat sebagai konsultan di pilkada Pangkep,”Ujar Andi Ilham.

Ilham bahkan menyebut jika tim sel tidak mengerti perda, lantaran meloloskan Cakades yang notabene pernah menjabat sebagai Penjabat atau Peaksan tugas desa sementara hal tersebut jelas melabrak perda.

“Bisa dipertimbangkan untuk pembatalan Pilkades ini, mengingat tim seleksi diertanyakan kompetensinya, saya sebagai orang partai inginkan demokrasi di Pangkep lebih baik, bukan bentuk kedzoliman,”tambahnya.

Uji kompetensi Cakades sendiri terbagi atas dua sesi, yakni ujian tertulis dimana pemkab bekerja sama dengan BKPSDM Provinsi Sulsel, dengan konsep pengumpulan poin dari lembar jawaban yang diisi

Sementara untuk sesi wawancara pemkab melalui SK Bupati Pangkep, melibatkan 5 penguji, yakni Dr. Yunus, Dr. Akbar, dan Dr. Ikbal sebagai perwakilan Akademisi, Zaldin Hidayat sebagai praktisi dan Sekda Pangkep Suriani sebagai representasi dari pemerintah.

Pilkades di Pangkep sendiri menyerap APBD sebesar Rp 1,7 miliar dan akan digelar di 27 desa. Sebanyak 108 kandidat ikut seleksi. Sepuluh di antaranya telah dinyatakan gugur.(*)