oleh

Legislator PAN Bulukumba Soroti Anggaran Pajak PJU

BULUKUMBA, RAKYATSULSEL.CO – Pajak listrik jadi sorotan anggota DPRD Bulukumba dari Fraksi Partai Amanat Nasional (F-PAN) lantaran dinilai tak transparan.

Empat legislator asal Fraksi PAN di DPRD Bulukumba menyebutkan jika pajak listrik yang nilainya miliaran rupiah hanya seperti tukar guling saja antara pajak dengan pendapatan asli daerah (PAD).

Agar pengelolaan pajak listrik transparan, anggota DPRD Bulukumba Fraksi PAN, Andi Zulkarnain Pangki, mendorong agar semua penerangan jalan umum (PJU) menggunakan meterisasi, terutama yang ada di kecamatan.

Sementara itu, khusus untuk PJU di dalam Kota Bulukumba sebaiknya menggunakan voucher. Dengan begitu, pendapatan daerah dari pajak listrik yang dibayar masyarakat bisa dikontrol berapa yang seharusnya dibayar ke PLN.

Anggota DPRD Bulukumba dari daerah pemilihan kecamatan Bulukumpa-Rilauale, Andi Zulkarnain Pangki juga mengungkapkan, tahun 2020 lalu, realisasi dari target pajak listrik yang dibayar warga lebih dari Rp8 Miliar.

“Hanya saja, semua dana itu dilarikan ke pembayaran PJU. Bahkan, terkadang kita dapat pajak Rp10 miliar lebih, tapi, itu juga semua dilarikan bayar PJU,” ujarnya.

Andi Zulkarnain Pangki menambahkan setiap tahunnya, Pemkab Bulukumba membayar tagihan PJU ke PLN secara gelondongan.

“Menyala atau tidak, tetap harus dibayar. Jadi kalau ada tidak menyala, kita bisa rugi ratusan juta,” tambahnya.

Sementara itu, Manajer PLN UP3 Bulukumba, Suaib, kepada wartawan mengatakan PJU dibagi menjadi Dua, meterisasi dan non meterisasi.

Menurutnya, Non meterisasi itu sudah menjadi kontrak dengan pemerintah. Sehingga jika rusak atau tak menyala itu tanggung jawab Pemda. “Meterisasi itu kan pakai Kwh, jadi kalau padam tidak terhitung,” ujarnya.

Suaib mengatakan, bahwa Pajak listrik dari masyarakat itu masuk ke daerah setiap pembayaran ataupun pembelian token sebanyak 10 persen. Namun, itu hanya berlaku buat rumah tangga. Sedangkan untuk bisnis dan industri hanya 4 persen saja yang masuk ke daerah. (sal)