oleh

Keluarga Nurmalasari Pertanyakan Latsar CASN

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Keluarga Nurmalasari, calon aparatur sipil negara (CASN) Kota Makassar, mempertanyakan latihan dasar (Latsar) yang digelar di Hotel Aerotel Smile. Nurmalasari dinyatakan meninggal dunia di lokasi Latsar pada Sabtu dini hari, (9/10/2021).

“Istri saya melapor dan mengeluhkan pelaksanaan Latsar,” kata Yahya, suami Nirmalasari, Minggu (10/10/2021).

Nurmalasari merupakan CASN yang lulus dalam formasi guru di SD Negeri 1 Ujung Tanah, Kota Makassar pada 2019. Dia meninggal setelah dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris.

Menurut Yahya, terakhir kali berkomunikasi dengan istrinya melalui panggilan video jelang pukul 10 malam sebelum kejadian.

“Banyak hal yang saya tanyakan terkait kegiatannya. Almarhumah sampaikan kegiatannya padat dan banyak tugas,” ungkap Yahya.

Nurmalasari sempat mengaku pegal-pegal karena harus melalui tangga darurat dari kamarnya yang berada di lantai 2, menuju lokasi kegiatan Latsar yang berlangsung di lantai 6.

“Jadi hampir tiap hari melewati tangga karena yang boleh memakai lift cuman ibu hamil. Belum lagi kalau terlambat, ada semacam sanksi yang diberikan,” kata Yahya yang menuturkan pengakuan istrinya.

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Makassar, Andi Siswanta Attas membantah bahwa peserta tidak diperbolehkan menggunakan lift.

“Almarhumah tidak mau naik lift karena selalu pusing jadi mau naik tangga biasa, dan almarhumah kamarnya dilantai 2, tempat belajarnya lantai 3,” ujar Siswanta.

Sekretaris BKPSDM Makassar, I Dewa Gede Widya Darma menambahkan, dari laporan yang ia terima, almarhumah mengidap penyakit maag dan sempat diberi pertolongan pertama oleh rekannya sesama CASN yang kebetulan adalah seorang dokter.

“Setelah itu dibawa ke Rumah Sakit Stella Maris, tapi yang bersangkutan meninggal. Saya kurang tahu meninggal di perjalanan atau di rumah sakit karena saya belum lihat surat keterangan dari RS,” ujar Dewa.

Dewa juga membantah adanya dugaan perpeloncoan selama proses Latsar berlangsung. Menurut dia, kegiatan Latsar lebih banyak diberikan dalam bentuk materi dalam kelas, ketimbang latihan fisik.

“Latsar itu kebanyakan materi dan pelatihan baris berbaris. Itupun hanya satu kali dilakukan selama Latsar berlangsung,” urai Dewa.

Dia mengaku pihak BKPSDM sudah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga almarhumah. “Karena yang bersangkutan ini CPNS maka ada hak-haknya juga yang perlu dipenuhi, seperti tunjangan-tunjangannya,” imbuh Dewa.