oleh

Berakhir, 549 Orang Gugur di SKD CPNS Pemkot Makassar

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) lingkup Pemerintah Kota Makassar berakhir. Minggu (10/10).

Dari total 5.181 peserta, sebanyak 549 orang dinyatakan gugur dalam pelaksanaan SKD tersebut. Lalu, 2 peserta lainnya terpaksa harus dijadwalkan untuk mengikuti tes ulang.

Alasannya, terkonfirmasi positif Covid-19, sementara 1 lainnya akan mengikuti tes di luar negeri tepatnya di Tokyo, Jepang.

Kepala Bidang Pengadaan dan Informasi Badan Kepegawaian dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Muh Ilham Rasul menjelaskan, terkait lokasi dan jadwal ujian satu pelamar tersebut akan ditangani langsung Badan Kepegawaian Nasional (BKN).

Rencananya, pelamar tersebut akan diarahkan mengikuti ujian di kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia, di Tokyo, Jepang.

“Satu orang itu namanya Tantri Lestari S. Dia sedang berada di Jepang jadi tidak bisa ikut seleksi di CCC. Nanti ditindaklanjuti oleh BKN,” ungkap Ilo–sapaan akrabnya, Minggu (10/10).

Terpisah, Sekretaris BKPSDM Makassar, I Dewa Gede Widya Darma menuturkan, selama pelaksanaan seleksi, cukup banyak peserta yang terlambat hingga tidak bisa mengikuti jalannya tes.

“Itu otomatis gugur, padahal panitia sudah umumkan bahwa 90 menit sebelum jadwal harus sudah ada di lokasi,” jelas Dewa.

Usai pelaksanaan SKD, peserta akan mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang atau SKB. SKB dilakukan untuk menilai kesesuaian antara kompetensi bidang yang dimiliki oleh pelamar dengan standar kompetensi bidang sesuai dengan kebutuhan jabatan.

Kata Dewa, Peserta yang lolos SKD ke SKB yaitu paling banyak 3 kali jumlah kebutuhan jabatan. Penentuan peserta yang lolos ke SKB yaitu berdasarkan peringkat tertinggi peserta yang memenuhi nilai ambang batas atau passing grade CPNS 2021.

“Misal formasi yang mau diterima ada 5, jadi yang ikut SKB adalah 15 orang dari nilai tertinggi di formasi itu,” jelasnya.

Jika ada pelamar yang memperoleh nilai SKD sama dan berada pada batas tiga kali jumlah kebutuhan jabatan, maka penentuan kelulusan SKD secara berurutan dimulai dari nilai Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Lalu, Tes Intelegensia Umum (TIU) dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Jika ketiga nilai dari pelamar sama, maka seluruhnya diikutkan ke tahap SKB.

Terkait jadwal pelaksanaan SKB, Dewa mengaku belum tahu. Saat ini, peserta cukup menunggu penetapan nilai dari BKN.

“Setelah ini ada penetapan dari BKN siapa saja yang capai nilai tertinggi. Nanti setelah SKB baru pengumuman kelulusan akhir,” pungkas Dewa. (*)