oleh

Percepat Pembangunan di Desa, Kemendes Gandeng Pemda dan Vale

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Pemerintah Kabupaten Luwu Timur serta PT VALE Indonesia menjalin kerjasama.

Hal itu terkait program Pengembangan Kawasan Perdesaan Mandiri (PKPM) di Kabupaten Luwu Timur. Hal itu ditandai dengan melakukan penandatangan nota kesepahaman (MoU) di Hotel Four Point Makassar, Jumat (8/10).

Menteri Desa PDTT, Abdul Halim Iskandar mengatakan penandatangan MoU tersebut merupakan bentuk upaya dan sinergitas untuk percepatan pembangunan di desa.

“Itu adalah suatu bentuk upaya atau sinergitas atau yang biasa disebut dengan model pentahelik untuk percepatan pembangunan di desa karena kita semua sadar bahwa pembangunan pada level desa dengan skala mikro dan menggunakan data mikro sangat realistis karena sangat detail,” ungkapnya, Jumat (8/10).

Percepatan pembangunan di desa dari segi sumber daya manusia, ia mencontohkan seperti desa pendidikan berkualitas yang mana dapat dangat mudah mendeteksi anak usia sekolah yang dapat mengikuti sekolah dengan baik dan begitupula sebaliknya.

“Semuanya ada misalnya desa pendidikan berkualitas sangat mudah mendeteksi berapa anak usia sekolah itu bisa mengikuti sekolah dengan baik, berapa yang tidak bisa kenapa? Lalu apa yang sudah dilakukan, inilah contoh pengembangan sumber daya manusia,” jelasnya.

Tak hanya dari segi SDM tetapi dari segi ekonomi juga. Ia menambahkan pendekatan ekonomi dengan level desa seperti produktivitas warganya apakah dilevel masih kurang, sedang atau tinggi, sehinggga bagaimana cara dari pemerintah dan perusahaan untuk meningkatkan produktivasi desa tersebut.

“Tentu tentang ekonomi juga sangat mudah ketika kita menggunakan pendekatan pada level desa kita bicara soal warga desa yang produktivitasnya sudah sedang, masih kurang atau sudah tinggi dan pada skill bagaimana untuk meningkatkan produktivitas atau apa yang harus dilakukan oleh semua pihak, termasuk pemerintah dan perusahaan swasta,” ujarnya.

Maka diharapkan dengan meningkatnya skill sumber daya manusia yang ada didesa yang sesuai dengan kebutuhan pasar dapat terwujud.

“Sehingga upaya untuk meningkat sudaya manusia yang sesuai dengan kebutuhan pasar itu juga bisa cepat terwujud,” terangnya.

Dia menekankan pihaknya ingin satu antitesa terhadap urbanisasi dengan percepatan pembangunan di desa, sehingga harapannya akan krualisasi atau menurunnya minat generasi muda atau milenial ke kota karena menganggap di desa sudah berkembang dan dapat melakukan banyak hal.

“Terpenting lagi adalah kita ingin satu antitesa antara terhadap urbanisasi yaitu percepatan pembangunan di desa sehingga nanti harapannya adalah akan terbangun suatu kondisi yang bisa disebut dengan krualisasi (kembalinya warga-warga desa) atau menurunnya minat generasi muda atau milenial untuk ke kota karena di desanya sudah banyak hal yang bisa dilakukan,” terangnya.

Dan ini lah fokus utama dari tujuan percepatan pembangunan di desa oleh PT Vale Tbk, Pemprov Sulsel dan Pemda Luwu Timur yang akan bersama-sama melakukan kegiatan ini.

“Inilah makanya kita fokus betul untuk percepatan pembangunan desa pada PT Vale tbk dan kepada Pemprov Sulsel dan pemda Luwu Timur yang sudah bersama-sama melakukan kegiatan ini,” tutupnya. (Sasa)