oleh

Dosen Unismuh Latih Guru IPA Kembangkan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi

MAKASSAR, RAKSUL — Dosen Universitas Muhammadiyah Makassar, sukses gelar pengabdian kepada masyarakat dengan melatih guru IPA keterampilan tingkat tinggi atau Hots pada Musyawarah Guru Mata Pelajaran IPA Gugus Binamu-Turatea.

Kegiatan digagas Lembaga Penelitian Pengembangan dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP3M) itu, menerapkan protokol kesehatan Covid-19 dengan ketat.

Setiap peserta peserta workshop, diberikan handsanitizer dan pengecekan suhu tubuh.

Narasumber pada kegiatan ini, terdiri dari Dian Safitri, S Pd M Pd, Wira Yustika R, S.Farm Apt M.Kes, dan Muhammad Wajdi, S Pd M Pd.

Dian Safitri mengatakan, pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi, bergantung pada keterampilan berpikir tingkat rendah.

Ia menjelaskan, menguasai keterampilan berpikir yang lebih tinggi didasarkan pada keterampilan berpikir tingkat rendah.

Peserta didik dalam mencapai keterampilan berpikir kritis (HOTS) memerlukan pengetahuan tentang konten materi pelajaran yang dimiliki sebelumnya.

Saat ini, kata dia, menjadi pusat perhatian pendidikan. HOTS merupakan keterampilan yang dapat dilatihkan melalui pembelajaran.

HOTS dapat berkembang dengan baik apabila dilakukan secara sengaja dan terencana melalui penerapan model pembelajaran yang melibatkan siswa secara aktif (student centered).

HOTS dapat dikembangkan melalui model pembelajaran yang sesuai dan lingkungan belajar yang memfasilitasi perkembangan berpikir peserta didik, seperti halnya kegigihan peserta didik, pemantauan diri, sikap terbuka, dan sikap fleksibel.

Implementasi model pembelajaran, kata dia, tidak semata-mata difokuskan pada transfer pengetahuan atau informasi yang pada akhirnya menghasilkan low order thingking (LOT).

Tetapi ditekankan pada pencapaian keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Berkaitan dengan pemberdayaan keterampilan berpikir tinggi, jika ingin mendorong keterampilan berpikir, maka pelaksanaan pembelajaran dan asesmennya harus dikelola secara sengaja untuk mendukung kepentingan itu.

Asesmen keterampilan berpikir siswa harus didasarkan pada inti dari keterampilan penting yang berlaku pada situasi akademik, sehari-hari, kebaruan, dan mencakup
berbagai item tes yang memerlukan penalaran berkelanjutan.

Pembelajaran dan asesmen yang berorientasi pada HOTS secara teratur dan terencana membawa manfaat bagi guru dan peserta didik.

Pemahaman guru terhadap berpikir siswa dan memproses apa yang dipelajari terus meningkat seiring dengan konsistensi guru menerapkan pembelajaran dan asesmen berpikir tingkat tinggi yang dirancang khusus.

Akhirnya, keterampilan berpikir dan kinerja keseluruhan siswa meningkat dengan diterapkannya model pembelajaran dan asssesmen yang berorientasi HOTS.

Peserta didik belajar dengan membangun makna, memasukkan konten baru ke dalam representasi mentalnya.

Oleh karena itu, meningkatkan keterampilan berpikir, sebenarnya juga meningkatkan pengetahuan dan pemahaman konten.

Meskipun kegiatan ini dijalankan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan tetapi guru-guru IPA dari gugus Binamu-Turatea, sangat antusias dalam mengikuti workshop pengembangan asesmen keterampilan berpikir tingkat tinggi.

Para peserta mendapatkan pengetahuan pentingnya keterampilan berpikir tingkat tinggi, mengembagkan asesmen keterampilan berpikir tingkat tinggi.

“Kami berharap kegiatan peserta workshop mampu menyusun asesmen keterampilan berpikir tinggi untuk mata pelajaran IPA,” kata Dian Safitri. (*)