oleh

Catat, Warga Desa Persiapan Tetap Bisa Memilih di Desa Induk

TAKALAR, RAKYATSULSEL.CO – Beredar isu warga yang berdomisili di 11 desa persiapan tidak diperkenangkan menyalurkan hak pilihnya di desa induk pada Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) yang akan digelar secara serantak 17 November 2021 mendatang di Kabupaten Takalar.

Menurut sumber terpecaya yang diperoleh Rakyat Sulsel menyebutkan, ada indikasi pengkondisian yang dilakukan oleh oknum – oknum tertentu yang tidak bertanggung jawab untuk menghalangi warga di desa persiapan agar tidak memilih pada Pilkades di desa induknya.

Rumor itupun langsung ditanggapi oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Takalar Darwis Sijaya, SP.

Menurutnya, warga desa yang berdomisili di 11 desa persiapan yang sudah memenuhi syarat untuk menjadi pemilih pada Pilkades serentak 2021 di Takalar, berhak memilih dan menyalurkan hak pilihnya pada Pilkades yang digelar desa induk.

“Seluruh desa persiapan belum memiliki kode desanya karena masih dalam proses pengusulan, sehingga belum bisa menyelenggarakan Pilkades. Warga yang berada di desa persiapan harus ikut Pilkades di desa induk masing-masing dan menyalurkan hak pilihnya,” kata Darwis Sijaya saat dihubungi, Sabtu (10/10/2021).

Ia juga mengatakan, bahwa berdasarkan ketentuan di dalam Undang-undang sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 1 tahun 2017 tentang penataan desa, yang mana dijelaskan dari desa persiapan menuju desa defenitif memerlukan durasi waktu antara 1 sampai 3 tahun.

“Menuju desa nefenitif memerlukan durasi waktu antara 1 sampai dengan 3 tahun. Sesuai aturan dalam Permendagri Nomor 112 tahun 2014, bahwa yang berhak menggunakan hak pilihnya dalam Pilkades adalah yang terdaftar dalam DPT. DPT mengacu pada DPT Pilpres dan Pileg dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Takalar,” ujar politisi senior PKS itu. (Adhy)