oleh

22 Gubernur dan 122 Bupati Terjerat Korupsi

JAKARTA, RAKYATSULSEL.CO – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan banyaknya kepala daerah yang terjerat kasus korupsi di Indonesia.

Lembaga antikorupsi itu mencatat mayoritas gubernur pernah terjerat kasus rasuah atau rampok uang negara. Totalnya sudah ada 22 orang gubernur dan 122 bupati tersangkut korupsi.

“Catatan KPK para gubernur sudah 22 orang tersangkut korupsi, padahal provinsi kita hanya 34. Dan 122 bupati dari 542 pemerintah kabupaten atau kota tersangkut korupsi,” kata Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangan tertulis, Jumat (8/10).

Firli tidak memerinci nama-nama gubernur tersebut. Dia juga tidak memerinci kasusnya satu-satu. Firli meminta seluruh kepala daerah untuk menjauhi tindakan korupsi. Pasalnya, angka kasus rasuah yang menjerat kepala daerah berdasarkan data KPK sudah memprihatinkan.

“Ini angka yang menjadi keprihatinan kita semua,” ucap Firli.

Firli menganggap strategi pemberantasan korupsi dengan mengintegrasikan tiga pendekatan seperti pendidikan, pencegahan, dan penindakan sudah tepat.

Upaya penindakan, kata Firli, untuk memberikan efek jera sementara pendidikan untuk mencegah keinginan dan perilaku koruptif. “Serta perbaikan sistem untuk mencegah dan menutup peluang korupsi,” tegasnya.

Selain itu, Firli juga mengatakan pihaknya terus mendorong peningkatan integritas para penyelenggara negara. Hal ini merupakan wujud dari amanat perundangan agar KPK melakukan tindakan mencegah terjadinya praktik korupsi.

“Membangun integritas merupakan salah satu upaya mencegah korupsi dengan memberikan pemahaman antikorupsi kepada penyelenggara negara di pemerintahan, Badan Usaha Milik Negara/Daerah, sektor swasta, hingga ke seluruh jejaring pendidikan,” ungkapnya.

Terpisah, pengamat hukum Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Prof Aminuddin Ilmar menanggapi maraknya kepala daerah yang terjerat kasus rasuah.