oleh

Pemkot Libatkan Tomas dan Tokoh Agama Maksimalkan Imunisasi Anak Sekolah

PAREPARE, RAKSUL- Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan melalui Dinas Kesehatan Kota Parepare, bekerja sama dengan UNICEF Indonesia dan Yayasan Gaya Celebes (YGC), menggelar pertemuan Advokasi bersama pemangku kepentingan, yakni sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh agama terkait pelaksanaan Imunisasi Rutin dan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) di masa pandemi.

Kegiatan ini dibuka oleh Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Parepare yang diwakili Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Lingkungan dan P2P Dinas Kesehatan Parepare, Muh Idris, dengan melibatkan berbagai pihak dan lintas sektor diantaranya Dinas Pendidikan, Kementerian Agama, Kecamatan, MUI dan Perwakilan Ormas Islam yang digelar di Balai Ainun Kota Parepare, Jumat (8/10/2021).

Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Lingkungan dan P2P Dinas Kesehatan Parepare, Muh Idris, mengatakan kegiatan Advokasi pelaksanaan BIAS ini dalam rangka meningkatkan peran lintas sektor terutama lembaga atau organisasi agama dan tokoh masyarakat, untuk mendukung program BIAS ini.

“Didasari dari keinginan kita agar pelaksanaan BIAS itu dapat berjalan tanpa adanya hambatan-hambatan seperti yang selama ini terjadi. Juga, lanjutnya, ada beberapa program vaksinasi atau Imunisasi rutin yang selama ini mendapat pemahaman tidak lengkap dari masyarakat, sehingga kita memerlukan bantuan dari tokoh masyarakat atau lintas sektor yang terlibat untuk membantu kita mensosialisasikan program BIAS ini,”Jelas Muh Idris.

Menurutnya, Pelaksanaan BIAS ini merupakan program Nasional yang harus dimaksimalkan untuk mendukung pelaksanaan imunisasi rutin dan BIAS meskipun di tengah pandemi, dimana pada tahun 2020 capaian imunisasi anak sekolah hanya mencapai 86%. Sehingga di tahun 2021 ini pihaknya akan menargetkan 92 hingga 94 %.

“Jadi bukan hanya vaksin Covid-19 yang berjalan di tengah pandemi ini. Pelaksanaan BIAS itu tidak boleh terhenti meski masa pandemi karena ini program Nasional, dimana jadwal dan bulannya sudah ditentukan. Jadi meski anak-anak tidak melakukan PTM kita berupaya untuk mencari bagaimana mereka tetap mendapatkan imunisasi tersebut untuk mencapai target,”terangnya.

Lebih lanjut Muh Idris menguraikan, bahwa penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I) yang rencananya akan dilaksanakan pada 18 Oktober mendatang, untuk anak Sekolah dasar (SD) mulai kelas 1, 2, 5 dan kelas 6 atau anak yang berusia di bawah 12 tahun.

“Seharusnya dilaksanakan dua kali, Agustus dan Oktober. Tapi karena pandemi jadi tidak dilaksanakan. Sehingga baru dilaksanakan nanti 18 Oktober,”tandasnya.

Hal senada dikatakan Program Officer YGC – UNICEF, Muh Hajrani Basman, bahwa kegiatan ini dilaksanakan untuk peningkatan cakupan imunisasi agar tinggi dan merata, khususnya imunisasi rutin dan BIAS di Kota Parepare.

“Untuk Program ini temanya itu Kembali Sekolah Dengan Aman. Termasuk memastikan Program Vaksinasi atau Imunisasinya berjalan dengan baik. Jadi Parepare salah satu pilot project dari 12 Kabupaten/Kota yang ada di Sulsel khususnya untuk mensukseskan imunisasi anak sekolah,”ujar Muh Hajrani di sela-sela kegiatan.(Yanti)