oleh

IDI Makassar Tolak Penggunaan Tes GeNose ke Siswa

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar menolak dengan tegas rencana pemerintah kota yang ingin menggunakan GeNose dalam pemeriksaan kesehatan siswa yang mengikuti simulasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Makassar, Siswanto Wahab berujar, pemeriksaan rutin harus dilakukan paling tidak dalam dua minggu sekali menggunakan tes antigen sebagai bentuk follow up simulasi PTM terbatas.

“IDI tidak merekomendasikan pakai GeNose dalam bentuk follow up-nya,” tegas Siswanto.

Kata Siswanto, dibandingkan GeNose, Pemkot lebih baik menggunakan tes antigen. “Itu kan jadi pertanda. Kalau rapid antigen positif dan ada keluhan, langsung masuk swab PCR,” bebernya.

Sekretaris Dinas Pendidikan, Amalia Malik menyebut, siswa yang mengikuti simulasi PTM terbatas bakal dites menggunakan GeNose setiap dua pekan sekali. Pengetesan itu bakal dilakukan di 28 sekolah yang melakukan simulasi PTM terbatas.

“Setelah dua Minggu, siswa kita skrining kesehatannya, dites GeNose juga untuk mengecek paru-parunya,” ungkapnya.

Sementara, Wali Kota Makassar Moh. Ramdhan Pomanto berdalih, penggunaan GeNose tidak dimaksudkan untuk testing Covid-19, melainkan hanya sebagai skrining awal untuk memastikan paru-paru siswa dalam keadaan sehat. Dia menekankan, testing Covid-19 tetap dilakukan dengan tes antigen.

“Ini bukan untuk testing Covid-19. Ini untuk kesehatan paru-paru mereka. Kalau untuk testing Covid-19 memang tidak direkomendasikan. Kita punya antigen banyak, kok,” ungkap Danny, sapaan akrabnya. (Cr1)

Komentar