oleh

Camat Tamalanrea Pecat Petugas Kebersihan, Danny: Mereka Pegawai Outsourching Bukan Honorer

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.CO – Puluhan petugas kebersihan yang dikabarkan dipecat sepihak oleh Camat Tamalanrea rupanya bukan tenaga kontrak. Dari pengakuan Camat Tamalanrea, Muh. Reza, mereka diketahui merupakan pegawai alih daya atau outsourcing.

“Banyak bilang mereka pegawai kontrak, tapi bukan. Mereka itu outsourching yang tidak ada keterikatan pekerjaan dengan Pemkot atau kecamatan,” ungkap Reza.

Kata dia, pegawai outsourcing dipekerjakan melalui surat keputusan (SK) Camat, sehingga, sewaktu-waktu masa kerjanya bisa berakhir.

“Mereka punya SK Camat, kalau pegawai kontrak itu kan per tahun, dan itu wali kota yang SK-kan,” urainya.

Reza membeberkan, mereka diberhentikan akibat banyaknya laporan atas kinerja mereka yang buruk. Semua berdasarkan laporan dari pengawas dan masyarakat.

“Ini kita tindak lanjuti. Sebagian besar ini suka mabuk-mabuk, kalau sudah mabuk, rese. Beberapa ada malas. Ada juga penyapu tapi tidak pernah turun menyapu,” jelas Reza.

Dia mengaku masih akan mempertimbangkan sejumlah hal terkait apakah petugas kebersihan itu akan dikembalikan atau tidak.

“Yah itu juga kita pikir, orang yang diganti ini kan bermasalah. Makanya saya mau minta petunjuk dari wali kota,” pungkasnya.

Sementara, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto batal menganulir pengembalian petugas kebersihan tersebut. Dia memberi kewenangan penuh kepada Camat terkait persoalan tersebut, mengingat, status petugas kebersihan itu bukanlah tenaga kontrak.

“Sebenarnya kalau dia kontrak, itu saya keberatan karena belum ada kebijakan saya untuk memberhentikan kontrak, karena saya mau tes semua. Tapi kalau tenaga sukarela, itu kewenangan Pak Camat,” jelas Danny.

Sebelumnya, Danny sempat menganulir pemberhentian mereka karena mengira mereka adalah tenaga kontrak, sementara dirinya belum punya kebijakan terkait pemberhentian tenaga kontrak.

“Saya belum pernah punya kebijakan pemecatan honor, tapi ternyata mereka bukan honor, tapi sukarela. Semalam saya investigasi, ternyata orang-orang itulah yang memungut retribusi sampah liar, kemudian ada nama tidak ada orang tapi terima gaji,” pungkas Danny. (Cr1)