oleh

Tudang Sipulung Laongruma, Wali Kota Parepare: Komitmen Pemkot Jaga Warisan Budaya

PAREPARE, RAKSUL – Sudah menjadi tradisi jelang memasuki musim tanam Tahun 2021, Pemerintah Kota Parepare melalui Dinas Pertanian, Kelautan, dan Perikanan (PKP) bersama Kelompok Tani Nelayan Andalan (KTNA) menggelar acara Tudang Sipulung “Laongruma”.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung Wali Kota Parepare, HM taufan Pawe, dan Ketua DPRD Hj Andi Nurhatina Tipu, bersama Ketua KTNA Provinsi yang diwakili oleh Sekretarisnya, dan turut hadir beberapa Kepala SKPD Kota Parepare dan Kelompok Tani dan Nelayan, yang digelar di Rumah Kembar Jalan Jenderal M Yusuf, Kelurahan Watang Bacukiki, Kecamatan Bacukiki, Kamis (7/10/2021).

Wali Kota Parepare HM Taufan Pawe mengatakan, kegiatan Tudang Sipulung ini adalah merupakan komitmen Pemerintah Kota dengan rakyatnya dalam hal ini Kelompok Tani untuk berkumpul bermusyawarah dalam konsep ‘Tudang Sipulung.

“Tudang sipulung itu adalah kearifan lokal harus dijaga dan dilestarikan. Saya senang dan bangga bahkan bersyukur masih ada pribadi-pribadi yang tidak diragukan walaupun dia seorang petani melahirkan komitmen bermusyawarah, bersama-sama menetapkan kapan waktunya untuk memulai bercocok tanam dan menuai hasil. Jadi Pemkot hadir pada kesempatan ini dan DPRD ingin sekali mengawal, menjaga kearifan lokal ini,”ujar Taufan Pawe, Walikota dua periode ini.

Ketua DPD I Golkar Sulsel ini berharap agar ke depan, acara seperti ini tetap terjaga. “Kita tahu sendiri kondisi pandemi saat ini sehingga kita tetap harus menjaga protokol kesehatan,” pesan Taufan.

Tudang Sipulung dalam mendiskusikan waktu tepat bercocok tanam atau yang lebih akrab disebut ‘Laongruma’ ini merupakan kearifan lokal untuk mencari keberkahan di setiap kegiatan bercocok tanam bagi masyarakat petani. Para petani berharap tanaman mereka dapat berhasil. “Makanya kearifan lokal ini penting atau disebut akkatenniatta’ untuk asennung-sennungeng,” ujar Taufan dengan bahasa Bugis, fasih.

Sementara, Sekretaris KTNA Ali Banci menjelaskan, sesuai hasil musyawarah antara KTNA dan masyarakat petani, tradisi ‘Mappalili’ akan dilaksanakan 13 Oktober 2021. Sedangkan, tanam benih langsung (tabela) untuk Kelurahan Lompoe dilakukam 14 Nopember. “Sementara Bacukiki dilaksanakan Sabtu 20 Nopember dan rencana panen lanjutnya dilaksanakan antara tanggal 26 dan tanggal 27 Februari tahun 2022,” paparnya. (Yanti)